JAKARTA, Warta Brebes– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Selasa (23/6/2026) kembali tertekan dan menembus level psikologis 6.000. IHSG tercatat melemah 1,29% atau turun 79,169 poin, ditutup sementara di level 6.037,520. Penurunan tajam ini mayoritas dipicu oleh aksi jual pada saham-saham di sektor keuangan dan energi.
Sebanyak sepuluh dari sebelas indeks sektor tercatat mengalami koreksi pada sesi pertama.
Sektor keuangan, yang diwakili oleh IDXFINANCE, menjadi kontributor terbesar pelemahan dengan penurunan mencapai 3,03%.
Menyusul di belakangnya adalah sektor energi (IDXENERGY) yang anjlok 2,26%. Sektor teknologi (IDXTECHNO) dan transportasi (IDXTRANS) juga turut memberikan beban dengan masing-masing melemah 1,31% dan 1,15%. Hanya sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang mampu bertahan di zona hijau, mencatat kenaikan tipis 0,91%.
Saham Unggulan Tertekan, Investor Cermati Potensi Koreksi Lanjutan
Pergerakan harga saham pada sesi I mencerminkan sentimen negatif yang dominan. Sebanyak 437 emiten berakhir melemah, berbanding terbalik dengan 221 saham yang menguat dan 152 saham yang stagnan.
Sejumlah saham unggulan atau blue chip mengalami koreksi signifikan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, turun 2,01% menjadi Rp6.100 per saham. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 1,15% ke Rp3.450, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 1,90% ke Rp4.140.
Perusahaan otomotif PT Astra International Tbk (ASII) juga tidak luput dari tekanan, ditutup turun 0,85% di harga Rp4.690. Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami pelemahan 1,76% menjadi Rp1.670.
Sektor pertambangan juga tak luput dari aksi jual, tercatat saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 1,70% ke Rp2.890, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) anjlok 4,39% ke Rp2.830, dan PT Timah Tbk (TINS) melemah 2,40% di Rp3.660. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pun tak luput dari tekanan dengan penurunan 3,50% ke Rp2.480.
Namun, di tengah pelemahan yang meluas, beberapa saham menunjukkan resistensi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil menguat 1,39% ke Rp2.910. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mencatat kenaikan 2,39% ke Rp2.570. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 1,57% menjadi Rp1.615, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menguat 1,81% ke Rp1.965.
Volume Perdagangan Stabil, Investor Tetap Aktif Meski Pasar Bergejolak
Meskipun IHSG mengalami pelemahan, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I terpantau cukup aktif. Total volume perdagangan saham mencapai 11,453 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,649 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.022.552 kali, menunjukkan bahwa investor tetap berpartisipasi di pasar meskipun di tengah tren penurunan.
“Koreksi yang terjadi hari ini merupakan respons pasar terhadap berbagai sentimen global dan domestik. Sektor keuangan dan energi memang menjadi sorotan utama karena posisinya yang strategis dalam pergerakan indeks,” ujar Analis Pasar Modal, Budi Santoso, saat dihubungi Warta Brebes.
“Investor perlu mencermati level support selanjutnya untuk IHSG. Jika level 6.000 ini tembus, potensi pelemahan lebih lanjut bisa saja terjadi.”
Penurunan IHSG yang menembus level 6.000 pada sesi I perdagangan Selasa (23/6/2026) memberikan sinyal kewaspadaan bagi para pelaku pasar. Fokus kini tertuju pada pergerakan sektor keuangan dan energi yang menjadi beban utama, serta bagaimana investor akan merespons potensi koreksi lanjutan di sesi berikutnya.
Kinerja saham-saham unggulan yang melemah mengindikasikan adanya profit taking atau perpindahan aset ke instrumen yang lebih aman.



























