BREBES, Warta Brebes – Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Brebes. Pemerintah pusat menaikkan kuota Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah menjadi 783 unit pada 2026. Jumlah tersebut melonjak sekitar 30 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 20 unit.
Penambahan kuota BSPS Brebes 2026 itu dipastikan dalam pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Tak hanya itu, Kementerian PKP juga menyetujui penambahan kuota rumah subsidi di Jawa Tengah dari 25 ribu unit menjadi 50 ribu unit. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Brebes terhadap hunian layak sekaligus membantu mengurangi backlog perumahan yang masih mencapai 109.559 unit.
Backlog Perumahan Brebes Masih 109 Ribu Unit
Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut Kabupaten Brebes menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Brebes masih memiliki tingkat kemiskinan dan jumlah rumah tidak layak huni yang cukup tinggi.
Karena itu, seluruh bantuan perumahan akan disalurkan secara tepat sasaran dengan mengacu pada data masyarakat desil 1 hingga desil 4.
“Kepentingan kami membantu rakyat dengan data desil 1–4 yang dilakukan secara transparan dan tolong siapkan dari tempat Ibu untuk aktif dalam pelaksanaannya,” ujar Maruarar Sirait.
Saat ini, backlog atau kebutuhan rumah di Kabupaten Brebes tercatat masih mencapai 109.559 unit. Melalui peningkatan kuota BSPS dan rumah subsidi, pemerintah berharap persoalan tersebut dapat dikurangi secara bertahap.
Program Gentengisasi Siap Dijalankan di Brebes
Selain BSPS, Kabupaten Brebes juga akan menjadi lokasi pelaksanaan Program Gentengisasi yang diintegrasikan dengan BSPS. Program ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap rumah yang tidak layak, seperti seng berkarat, dengan genteng produksi lokal.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penggunaan produk dalam negeri.
Pemerintah juga tengah mendorong implementasi Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pelaku usaha mikro yang membutuhkan pembiayaan untuk membangun maupun memperbaiki rumahnya.
Pemkab Brebes Siap Percepat Pelaksanaan Program
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyatakan Pemerintah Kabupaten Brebes siap mempercepat pelaksanaan seluruh program perumahan yang diberikan pemerintah pusat.
“Terima kasih atas dukungan Bapak Menteri PKP untuk audiensi ini dan kami akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaannya dengan cepat dan transparan,” ujar Paramitha.
Pemkab Brebes juga berkomitmen memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara akuntabel dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. (*)
























