BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Febrie Ditahan Tanpa Rompi dan Borgol: Alasan Kejagung Dinilai Tak Masuk Akal

JAKARTA, Warta Brebes Penahanan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada Jumat (24/7/2026) lalu masih menuai kontroversi. Febrie kedapatan tidak mengenakan rompi tahanan maupun borgol saat dibawa ke Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK, usai pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal ini memicu sorotan tajam dan perdebatan mengenai standar prosedur operasional standar (SOP) penahanan.

Kejagung beralasan penahanan Febrie dilakukan terburu-buru karena pemeriksaan selesai larut malam. Namun, alasan ini dinilai tidak masuk akal oleh berbagai pihak. Peristiwa tersebut juga memicu reaksi netizen di media sosial yang membuat berbagai parodi hingga meme yang berisi sindiran terhadap Kejagung. Termasuk vidio parodi yang menggambarkan Febrie disuruh memakai rompi dan borgol oleh tersangka kasua korupsi BGN Dadan Hendayana.

Kontroversi Penahanan Tanpa Rompi dan Borgol

Sementara itu, Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, menilai hal ini menodai integritas proses hukum.

Yudi menganggap bahwa tidak mengenakannya rompi tahanan dan borgol merupakan noda dalam keberanian Tim 9 yang menangani perkara Febrie.

Ia menegaskan bahwa SOP penahanan di lembaga manapun seharusnya mengharuskan terpidana mengenakan atribut tersebut, tanpa terkecuali. “Tentu ini menjadi noda dalam keberanian Tim 9 untuk melakukan penahanan terhadap FA, mantan Jampidsus,” ujar Yudi kepada wartawan Sabtu (25/7/2026).

Ia menambahkan, alasan terburu-buru dan sudah malam yang disampaikan pihak Kejagung sebagai dasar pengecualian SOP penahanan tidak dapat diterima.

“Namun ya tentu penjelasan bahwa ini terburu-buru dan sudah malam juga tidak masuk akal, karena memang SOP penahanan itu di mana pun lembaga ya ketika ditahan ya harus memakai baju rompi, siapa pun itu,” tegasnya.

Alasan Kejagung Dipertanyakan: Keistimewaan Bagi Febrie?

Pengecualian SOP penahanan terhadap Febrie Adriansyah menimbulkan pertanyaan publik mengenai kemungkinan adanya perlakuan istimewa. Yudi Purnomo menilai wajar jika masyarakat menganggap hal ini sebagai bentuk keistimewaan yang diberikan kepada Febrie, mengingat posisinya yang strategis sebelumnya di Korps Adhyaksa.

Meskipun pemeriksaan Febrie Adriansyah telah selesai dan ia resmi ditahan, insiden ini meninggalkan catatan penting. Kepatuhan terhadap SOP, terutama dalam proses penahanan, sangat krusial untuk memastikan tidak ada keraguan mengenai keadilan dan kesetaraan di mata hukum. Publik berharap agar setiap penahanan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, tanpa melihat latar belakang atau jabatan seseorang.

Penulis: Wasis Waseso | Editor: Wasis Waseso