BATANG, Warta Brebes – Presiden Prabowo Subianto memasang target besar. Pada akhir 2027, Indonesia diharapkan terbebas dari gunung sampah. Untuk mewujudkannya, pemerintah menyiapkan insentif hingga Rp20 miliar bagi daerah yang berhasil menjaga kebersihan lingkungan.
Target tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri akad massal 62 ribu unit KPR subsidi di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).
Menurut Prabowo, persoalan sampah kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ia bahkan akan mengumpulkan seluruh gubernur dan bupati untuk membahas Gerakan Indonesia Asri.
“Saya akan kumpulkan gubernur dan seluruh bupati khusus bicara tentang Indonesia Asri. Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” kata Prabowo.
Indonesia Ditarget Bebas Gunung Sampah
Presiden menegaskan pembangunan industri dan hilirisasi tidak boleh mengorbankan kualitas lingkungan. Di tengah tantangan perubahan iklim, pengendalian sampah menjadi salah satu prioritas nasional.
Prabowo meminta persoalan gunung sampah di Indonesia dapat diselesaikan paling lambat pada akhir 2027.
“Di akhir 2027 masalah sampah di Indonesia saya minta sudah selesai. Tidak ada lagi gunung sampah. Ini akan kita capai,” tegasnya.
Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi daya saing daerah dan sektor pariwisata.
Pantai yang dipenuhi sampah plastik, sungai yang tercemar, hingga kawasan permukiman yang kumuh akan mengurangi minat wisatawan untuk datang.
“Wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang jorok. Dia tidak mau datang ke pantai penuh plastik dan sampah,” ujarnya.
Lima Daerah Terbersih Berpeluang Raih Rp20 Miliar
Untuk mendorong daerah lebih serius mengelola sampah, pemerintah menyiapkan skema penghargaan berupa anggaran pembangunan.
Prabowo mengatakan penghargaan tersebut bukan lagi berupa piala semata. Lima daerah terbersih berpeluang memperoleh insentif hingga Rp20 miliar.
Dana itu diharapkan dapat digunakan untuk membeli armada pengangkut sampah, alat berat, maupun sarana pendukung pengelolaan kebersihan lainnya.
“Jangan hanya diberi piala. Kita kasih hadiah yang nyata supaya bisa digunakan untuk membangun daerahnya,” ungkapnya.
Pemerintah pusat juga akan membantu penyediaan peralatan seperti ekskavator, dump truck, dan sarana kebersihan bagi daerah yang membutuhkan.
Kepala Daerah Diminta Turun ke Lapangan
Prabowo meminta para kepala daerah tidak hanya menerima laporan dari balik meja kerja. Gubernur, bupati, dan wali kota diminta rutin memeriksa kondisi sungai, saluran air, hingga kawasan permukiman.
Ia bahkan menyarankan para pemimpin daerah meluangkan waktu sedikitnya satu jam setiap hari untuk berkeliling mengecek kondisi lingkungan.
“Minimal setiap hari satu jam keliling. Cek sungai, cek kali. Itu baru pemimpin yang hebat,” katanya.
Instruksi serupa diberikan kepada jajaran TNI dan Polri, mulai Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat ikut terlibat. Mulai dari ketua RT dan RW, pengurus masjid, koperasi, organisasi kemasyarakatan hingga ASN didorong aktif melaksanakan kerja bakti secara rutin.
Menurut Prabowo, Gerakan Indonesia Asri harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa.
“Bangsa kita harus bersih. Bangsa kita harus indah. Bangsa kita harus dijaga kelestariannya,” tegas Presiden.

























