BREBES, Warta Brebes – Kebakaran hutan kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Brebes saat musim kemarau mulai mengeringkan vegetasi. Kali ini, api melalap kawasan hutan pinus di Petak 39Q Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cipanas, Dukuh Cigobang, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Senin (20/7/2026).
Kebakaran yang diduga akibat kondisi lahan kering tersebut menghanguskan lebih dari dua hektare kawasan hutan.
Api Muncul dari Area Bekas Penebangan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Warga yang melintas melihat kepulan asap dari kawasan hutan yang kemudian berkembang menjadi kobaran api.
Latif, warga Desa Kedungoleng, mengatakan titik api muncul di area bekas penebangan yang dipenuhi tunggak pohon, ranting, dan sisa kayu kering.
“Awalnya terlihat kepulan asap. Tapi ternyata api tahu-tahu sudah menyala di lokasi yang banyak terdapat tunggak, ranting, dan sisa kayu kering sehingga cepat membesar,” ujar Latif.
Material kering yang menumpuk ditambah cuaca panas dan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke hamparan rumput liar dan tegakan pinus di sekitarnya.
Warga Sempat Lakukan Pemadaman Mandiri
Melihat api terus membesar, warga berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun kondisi medan dan banyaknya bahan mudah terbakar membuat upaya tersebut belum mampu menghentikan laju api.
Kebakaran akhirnya meluas hingga menghanguskan kawasan hutan seluas lebih dari dua hektare. Sejumlah pohon pinus, tunggak, dan sisa kayu hasil penebangan turut terbakar.
Laporan kejadian kemudian disampaikan oleh karyawan Perhutani kepada Polsek Paguyangan sekitar pukul 13.00 WIB.
BPBD dan Damkar Jinakkan Kebakaran Hutan
Setelah menerima laporan, petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Brebes Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena titik api berada di kawasan hutan dengan vegetasi yang sangat kering.
Menurutnya, petugas harus melakukan penyiraman berulang agar bara api tidak kembali menyala dan merambat ke area lain.
“Selain satu unit truk Damkar, kami juga melakukan dukungan suplai air menggunakan truk tangki BPBD untuk mempercepat proses pemadaman,” kata Budi.
Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api akhirnya padam sebelum menjalar ke kawasan hutan yang lebih luas.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin mengatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Kondisi api sudah berhasil dipadamkan. Saat ini lokasi dalam keadaan aman dan kami masih meminta keterangan dari pelapor maupun sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran,” ujarnya.
Musim Kemarau Mulai Tingkatkan Risiko Karhutla
Peristiwa ini menjadi peringatan awal meningkatnya risiko kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Brebes selama musim kemarau 2026.
BPBD dan aparat terkait mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah di sekitar kawasan hutan, maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Kondisi vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat api lebih mudah menyala dan cepat menyebar, terutama di kawasan perbukitan dan hutan pinus seperti wilayah Paguyangan dan sekitarnya.
























