BREBES Brebes, Warta Brebes – Para driver ojek online (ojol) Go-Kek di Kabupaten Brebes mengeluhkan kebijakan potongan aplikator yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan mitra. Kepada awak media pada Kamis (15/10), sejumlah driver mengungkapkan bahwa klaim penyesuaian potongan operator sebesar 8% sejak September lalu kenyataannya belum terealisasi di lapangan.
Menurut Iwan dan Yasir, dua perwakilan driver ojol di Brebes, sistem pemotongan yang diterapkan pihak operator hingga saat ini masih menggunakan skema lama.
“Dulu sebelum pandemi Corona, dari nilai per trip sebesar Rp12.000, kami hanya menerima bersih Rp8.000. Setelah ada aksi demo dan katanya ada kebijakan penyesuaian 8% untuk operator, pendapatan kami per tripnya sekarang hanya berubah menjadi Rp8.004. Cuma naik 4 rupiah,” keluh mereka.
Hilangnya Bonus dan Jam Kerja Panjang
Kondisi para driver semakin diperberat dengan dihapusnya sistem bonus yang dulu menjadi tumpuan pendapatan tambahan mereka.
“Dahulu ada sistem bonus. Kalau kami bisa menembus di atas 18 trip, ada bonus tambahan sebesar Rp80.000. Namun, sekarang sistem bonus itu sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Untuk membawa pulang pendapatan, para driver harus menghabiskan waktu hingga 12 jam di jalanan, mulai pukul 06.00 pagi hingga 06.00 sore. Jika kondisi orderan sedang ramai, mereka bisa membawa pulang hingga Rp150.000. Namun, di saat sepi seperti sekarang, pendapatan bersih seringkali kurang dari Rp100.000 per hari.
“Kemarin pada bulan Oktober sempat agak mendingan, sehari bisa tembus sampai 30 trip. Tapi sekarang kondisi orderan kembali agak sepi,” tambah mereka.
Terbantu Keroyalan Pelanggan Lokal
Di tengah minimnya tarif bersih yang diterima dari aplikasi, para driver mengaku sangat terbantu oleh kemurahan hati masyarakat Brebes yang menjadi pelanggan setia mereka.
“Untungnya pelanggan asli Brebes orangnya termasuk royal. Misalnya di aplikasi tertera biaya Rp8.000, mereka sering memberikan uang pas Rp10.000 atau bahkan Rp15.000,” ujar driver memungkasi obrolan.
Para driver berharap pihak manajemen operator dan pemerintah daerah dapat mendengar keluhan ini, serta melakukan evaluasi nyata terhadap potongan komisi agar kesejahteraan para mitra ojol di daerah benar-benar diperhatikan.
Reporter Khamid























