JAKARTA, Warta Brebes — Sebuah terobosan baru hadir dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Ombudsman RI (ORI) berkolaborasi dengan Mahasiswa Berdampak Praktik Hukum (MBPH) dari Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MHH PP Muhammadiyah).
Keduanya sepakat membentuk program inovatif bertajuk “Sahabat Ombudsman”. Inisiatif ini dilahirkan dalam kunjungan studi lapangan para peserta MBPH di Jakarta pada Kamis, 23 April lalu.
Program ini secara khusus dirancang untuk mendongkrak partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawasi mutu pelayanan publik.
Anggota Ombudsman RI, Maneger Nasution, menyambut baik pembentukan program ini. Ia berharap “Sahabat Ombudsman” menjadi wadah penting bagi partisipasi aktif mahasiswa.
Lebih dari itu, program ini juga diharapkan mampu mendongkrak literasi masyarakat luas. Literasi ini berkaitan erat dengan pemahaman fungsi dan kewenangan Ombudsman RI. “Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman yang kuat untuk mengembangkan kerja sama lebih konkret,” ujar Maneger Nasution.
Program “Sahabat Ombudsman” pada dasarnya adalah sebuah bentuk partisipasi masyarakat. Para mahasiswa yang tergabung akan berperan layaknya “mata dan telinga” bagi lembaga negara ini.
Tugas utama mereka adalah mendeteksi dan melaporkan segala bentuk dugaan malaadministrasi. Selain itu, mereka juga akan berperan aktif meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesadaran ini menyangkut hak-hak fundamental mereka atas pelayanan publik yang berkualitas.
Lebih dari sekadar pembentukan program baru, pertemuan ini juga membahas berbagai peluang kerja sama strategis lainnya. Kunjungan studi lapangan tersebut turut dihadiri oleh mahasiswa magang dari Majelis Hukum dan HAM. Para peserta magang ini berasal dari dua perguruan tinggi ternama, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Islam Indonesia (UII).
Kehadiran para generasi muda ini menjadi elemen strategis yang sangat penting. Hal ini dalam rangka memperkuat pemahaman mereka terhadap isu pelayanan publik dan pengawasan penyelenggaraan negara.
Peran Krusial Mahasiswa dalam Pengawasan Pelayanan Publik
Pembentukan program “Sahabat Ombudsman” menandai babak baru dalam kolaborasi antara lembaga negara dan kaum intelektual muda. Mahasiswa Muhammadiyah yang tergabung dalam MBPH memiliki peran ganda.
Mereka tidak hanya menempuh pendidikan hukum, tetapi juga aktif berkontribusi nyata bagi masyarakat. Keterlibatan ini menunjukkan semangat Muhammadiyah dalam mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.
Maneger Nasution menjelaskan lebih lanjut mengenai visi di balik program ini. Ia menggarisbawahi pentingnya suara mahasiswa dalam mengidentifikasi celah dan kekurangan. Celah dan kekurangan ini seringkali terlewatkan oleh mekanisme pengawasan yang ada.
“Mahasiswa memiliki energi dan perspektif segar,” tambahnya. Energi dan perspektif ini sangat dibutuhkan untuk merespons dinamika pelayanan publik yang terus berkembang.
Program ini dirancang secara sistematis agar efektif. Mahasiswa akan dibekali pemahaman mendalam mengenai tugas dan fungsi ORI. Mereka juga akan mendapatkan pelatihan mengenai teknik identifikasi malaadministrasi.
Laporan yang dihasilkan oleh para “Sahabat Ombudsman” akan menjadi masukan berharga bagi ORI. Masukan ini akan digunakan untuk evaluasi dan perbaikan kebijakan pelayanan publik.
Kerja sama ini membuka peluang luas bagi pengembangan kapasitas mahasiswa. Mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dalam konteks nyata.


























