BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Keuangan
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Mengaku Mutilasi Ayah demi Adik, Pemuda Brebes Disorot Polisi hingga Septic Tank Dibongkar

BREBES,Warta Brebes – Pengakuannya bikin perkara ini makin gelap. Hadi El Syarif, 24, pemuda asal Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes, mengaku membunuh dan memutilasi ayahnya, Waslam, 50. Polisi kini menguji pengakuan itu lewat pemeriksaan forensik dan pencarian barang bukti.

Alasan yang disampaikan Hadi juga tak biasa. Ia mengaku ingin keluarga mengetahui bahwa ayahnya telah tiada, terutama demi masa depan adik perempuannya yang kelak membutuhkan wali nikah.

Namun, pengakuan bukan akhir penyelidikan. Polisi masih harus mencocokkan keterangan Hadi dengan bukti fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Pengakuan Disebut Berkaitan dengan Wali Nikah Adik

Kanit Reskrim Polsek Kersana Aiptu Heri Sukamto mengatakan Hadi merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Ia memiliki dua adik, laki-laki dan perempuan. Adik perempuannya saat ini masih menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Menurut Heri, Hadi mengaku ingin keluarganya mengetahui bahwa Waslam sudah tiada. Dengan begitu, keluarga tidak terus mencari sang ayah ketika adiknya kelak membutuhkan wali nikah.

“Jadi biar pada tahu kalau bapaknya sudah tiada, karena HS punya adik perempuan,” kata Heri saat dihubungi, Senin (19/10/2026).

Polisi masih mendalami keterangan tersebut. Alasan yang disampaikan Hadi belum menghapus kebutuhan untuk membuktikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya.

Polisi Periksa Dua Lokasi, Septic Tank Dibongkar

Penyidik bergerak ke dua lokasi pada Minggu (18/10/2026). Tim Inafis Polres Brebes bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari bukti yang berkaitan dengan pengakuan Hadi.

Di rumah lama keluarga, petugas mengambil sampel bercak darah untuk pemeriksaan forensik. Sementara di rumah Hadi di kompleks perumahan, polisi mengamankan sejumlah barang, termasuk pisau dan palu.

Petugas juga membongkar septic tank di bagian teras rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya barang bukti yang berkaitan dengan perkara.

Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar mengatakan pemeriksaan lokasi bertujuan menguji keterangan yang disampaikan kepada polisi.

“Pemeriksaan di lokasi dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti sesuai dengan pengakuan yang disampaikan kepada polisi,” kata Ali Akbar.

Hingga pemeriksaan Minggu sore, belum ada kepastian mengenai temuan bagian tubuh korban dari rangkaian pencarian tersebut.

Mengaku Membeli Dandang Rp750 Ribu

Dalam keterangannya kepada penyidik, Hadi mengaku membeli dandang berukuran besar seharga Rp750 ribu. Menurut pengakuannya, alat masak itu digunakan untuk merebus potongan tubuh ayahnya selama dua hari guna menghilangkan jejak.

Heri menjelaskan, Hadi mengaku membunuh Waslam ketika ayahnya sedang tidur siang di rumah lama keluarga. Ia kemudian mengaku memutilasi tubuh korban menjadi 10 bagian.

Potongan tubuh itu, menurut keterangan yang disampaikan Hadi, dibungkus dan dipindahkan menggunakan karung ke rumah lain di kompleks perumahan.

“Dibunuh saat tidur dan dimutilasi. Kemudian dibawa ke rumah yang ada di kompleks pakai karung,” terang Heri, mengutip pengakuan Hadi.

Hadi juga mengaku sempat berencana membuang potongan tubuh ke septic tank. Namun, ia menyebut saluran pembuangan tidak mampu menampungnya.

Dalam pengakuan yang sama, Hadi menyebut sisa jasad dibuang ke Sungai Kluwut, sedangkan tulang dibakar hingga menjadi abu sebelum dibuang ke lokasi yang sama.

“Setelah hancur, dibuang ke Kali Kluwut. Tulang dibakar sampai jadi abu,” ujar Heri saat menjelaskan keterangan tersebut.

Seluruh detail itu masih berupa pengakuan yang harus diuji. Polisi belum memastikan bahwa semua tindakan yang diceritakan Hadi benar-benar terjadi seperti yang disampaikan.

Waslam Disebut Tak Terlihat Selama Berbulan-bulan

Kasus ini mencuat setelah Hadi mendatangi polisi dan mengaku telah membunuh serta memutilasi ayahnya. Pengakuan tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

Keluarga dan tetangga sebelumnya menyebut Waslam sudah tidak terlihat selama beberapa bulan. Hadi diduga pernah mengatakan kepada orang-orang di sekitarnya bahwa ayahnya sedang bekerja sebagai pedagang siomay di Kota Tegal.

Keterangan mengenai hilangnya Waslam selama berbulan-bulan itu turut didalami penyidik untuk menyusun kronologi perkara.

Heri menegaskan, hingga Senin (19/10/2026), Hadi masih dimintai keterangan di Mapolres Brebes. Polisi belum menetapkannya sebagai tersangka karena penyelidikan masih berjalan.

“Statusnya belum tersangka, karena masih penyelidikan,” pungkas Heri.

Polisi kini mengumpulkan dan menguji bukti dari kedua lokasi, memeriksa barang-barang yang diamankan, serta menelusuri tempat-tempat yang disebut dalam pengakuan Hadi. Hasil pemeriksaan forensik menjadi bagian penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Waslam.

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso