Longsor Cilibur Brebes Seret MCK SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan, Jalan Kabupaten Putus

PAGUYANGAN, Warta Brebes — Tanah longsor menerjang Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (8/3) dini hari. Longsor tidak hanya memutus badan jalan kabupaten pada ruas Cilibur–Plompong, tetapi juga menyeret bangunan kamar mandi (MCK) milik SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan yang berdiri di tepi tebing.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di wilayah RT 01 RW 01 Desa Cilibur. Hujan deras yang mengguyur kawasan Brebes selatan selama beberapa waktu terakhir memicu banjir di Kali Longkrang. Arus sungai kemudian menggerus tebing di sisi utara hingga runtuh.

Longsoran tanah membentang sekitar 20 meter dengan tinggi tebing mencapai 30 meter. Material tanah yang runtuh menyeret sebagian badan jalan kabupaten pada ruas Cilibur–Langkap dan melemahkan tanah di sekitar bangunan sekolah yang berdiri di atas tebing tersebut.

Kepala Desa Cilibur Nurrohman mengatakan longsor memutus akses jalan penghubung antarwilayah di kawasan tersebut.

“Sebagian badan jalan ambrol sehingga jalur penghubung antar wilayah putus,” ujarnya.

Longsor Susulan Robohkan MCK Sekolah

Tanah kembali bergerak pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Longsor susulan memperparah kerusakan tebing di sekitar sekolah.

Material longsor merobohkan talud penahan tebing sekaligus menyeret bangunan kamar mandi (MCK) milik SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan berukuran sekitar 3 x 6 meter.

Detik-detik bangunan MCK ambruk sempat terekam kamera warga dan menyebar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan tanah di tepi tebing terus bergerak sebelum akhirnya bangunan kamar mandi runtuh dan meluncur ke aliran sungai.

Salah satu guru sekolah tersebut, Khaerul Anwar, mengatakan tanda-tanda pergerakan tanah sebenarnya sudah muncul sebelumnya.

Retakan terlihat di halaman sekolah dan semakin melebar setelah hujan deras.

Pihak sekolah segera memindahkan kegiatan belajar mengajar ke Madrasah Diniyah (Madin) yang berada tidak jauh dari lokasi.

“Setelah muncul retakan di halaman sekolah, siswa langsung kami pindahkan ke Madin untuk menghindari risiko,” kata Anwar.

BPBD Ingatkan Potensi Longsor Susulan

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi tebing di sekitar lokasi longsor masih berbahaya. Retakan tanah masih terlihat di beberapa titik dekat bangunan sekolah.

Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana Pos Bumiayu BPBD Brebes Budi Sujatmiko meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

“Jika hujan kembali mengguyur kawasan perbukitan, retakan ini bisa memicu longsor susulan. Warga sebaiknya membatasi aktivitas di sekitar lokasi,” ujarnya.

Jalan Kabupaten Putus, Warga Putar Jalur Alternatif

Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu Tati Sri Hartanti mengatakan longsor memutus ruas jalan kabupaten pada jalur Cilibur–Plompong.

Saat ini kendaraan maupun pejalan kaki tidak dapat melintas di lokasi tersebut. Pemerintah desa bersama instansi terkait telah memasang pengamanan di titik putusnya jalan.

“Petugas sudah mengamankan lokasi jalan yang terputus,” katanya.

Untuk sementara, warga menggunakan jalur alternatif melalui jalan lingkungan sekitar. Warga juga bisa melalui ruas jalan kabupaten Cilibur–Gunung Sumping menuju wilayah Plompong.

Namun jalur tersebut memiliki jarak tempuh lebih jauh dan melintasi medan perbukitan yang juga rawan bencana.

Bagikan: