BERITA TERBARU
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...

ENRG Bidik Rp4,1 T Lewat Rights Issue, Harga Saham Rp310

JAKARTA, Warta Brebes— PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) segera menggelar aksi korporasi besar dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) IV. Perusahaan eksplorasi minyak dan gas ini menargetkan suntikan dana segar senilai Rp4,11 triliun melalui mekanisme rights issue. Aksi ini merupakan langkah strategis ENRG untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan operasional di masa mendatang.

Dalam prospektus ringkas yang diterbitkan Kamis (11/6/2026), ENRG akan melepas sebanyak 13.282.271.875 saham baru Seri B. Setiap saham baru ini memiliki nilai nominal Rp100 per lembar dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp310 per saham. Dengan harga ini, ENRG berupaya memaksimalkan perolehan dana dari pasar modal.

Rasio penawaran ditetapkan 2:1, yang berarti setiap pemegang dua saham lama berhak memperoleh satu HMETD. HMETD ini memberikan hak untuk membeli satu saham baru ENRG. Para pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan saham hingga maksimal 33,33%.

Penggunaan Dana Rights Issue ENRG untuk Ekspansi

Dana yang berhasil dihimpun dari rights issue ini akan dialokasikan secara terstruktur. Sekitar 96,59% dana akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal pada anak perusahaan. Alokasi ini menunjukkan fokus ENRG pada penguatan basis operasional melalui entitas anak. Sisanya, sekitar 3,41%, akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan biaya operasional perseroan.

Langkah strategis ini juga mendapat dukungan penuh dari pemegang saham pengendali. PT Shima Global Kapital (Shima), pemegang saham pengendali, telah menyatakan tidak akan mengeksekusi haknya atas 2,33 miliar HMETD miliknya. Alih-alih, Shima akan mengalihkan HMETD tersebut kepada PT Bakrie Kalila Investment (BKI).

BKI sendiri akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Perusahaan ini siap menyerap sisa saham yang tidak terambil oleh pemegang saham lainnya, dengan potensi maksimal mencapai 10,47 miliar saham. BKI telah mengonfirmasi kesiapan dananya untuk menjamin keberhasilan aksi korporasi ini.

Restu RUPSLB dan Prospek Operasional ENRG

Direktur & Corporate Secretary Energi Mega Persada Tbk, Riri Hosniari Harahap, menegaskan bahwa rencana rights issue ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. “Perseroan telah memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026,” ujar Riri dalam keterbukaan informasi.

Hingga 31 Maret 2026, ENRG mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Penjualan neto perusahaan mencapai USD 136,93 juta dengan laba bersih sebesar USD 18,31 juta. Total aset tercatat sebesar USD 1,86 miliar, sementara total liabilitas sebesar USD 1,02 miliar.

Secara operasional, ENRG mengelola 13 aset minyak dan gas bumi yang tersebar di Indonesia dan Mozambik. Hingga Maret 2026, produksi bersih minyak perseroan mencapai 6.920 BOPD, sementara produksi gas tercatat sebesar 183 BBTUD. Angka-angka ini menunjukkan kapasitas operasional ENRG yang signifikan di industri hulu migas.

Aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan ENRG, mendukung ekspansi bisnis, dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.

Bagikan: