BERITA TERBARU
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Kesehatan
Keuangan
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp2,66 Juta per Gram, Buyback Melonjak Rp38 Ribu

JAKARTA, Warta Brebes – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Sabtu (27/6/2026). Kenaikan ini membuat harga emas Antam menyentuh Rp2.660.000 per gram atau naik Rp5.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di level Rp2.660.000 per gram, naik dari Rp2.655.000 per gram pada Jumat (26/6/2026).

Kenaikan lebih tajam terjadi pada harga pembelian kembali (buyback). Antam menaikkan harga buyback sebesar Rp38.000 menjadi Rp2.378.000 per gram dari sebelumnya Rp2.340.000 per gram. Nilai tersebut belum termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

  • 0,5 gram: Rp1.380.000
  • 1 gram: Rp2.660.000
  • 2 gram: Rp5.260.000
  • 3 gram: Rp7.865.000
  • 5 gram: Rp13.075.000
  • 10 gram: Rp26.095.000
  • 25 gram: Rp65.112.000
  • 50 gram: Rp130.145.000
  • 100 gram: Rp260.212.000
  • 250 gram: Rp650.265.000
  • 500 gram: Rp1.300.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.600.600.000

Harga Emas Dunia Kembali Menguat

Kenaikan harga emas Antam mengikuti penguatan harga emas dunia. Pada perdagangan Jumat (26/6/2026) waktu Amerika Serikat, harga emas spot kembali menembus level psikologis US$4.000 per troy ons.

Pelaku pasar merespons positif data inflasi Amerika Serikat yang membuka peluang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mulai memangkas suku bunga. Harapan tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Meski demikian, harga emas global masih mencatat pelemahan secara mingguan selama empat pekan berturut-turut. Penguatan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi suku bunga yang masih tinggi sebelumnya sempat menekan harga logam mulia.

Analis memperkirakan pergerakan harga emas masih akan berfluktuasi dalam jangka pendek. Investor pun disarankan mencermati perkembangan inflasi global, kebijakan suku bunga bank sentral, serta pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat sebelum mengambil keputusan investasi.

Penulis: Redaksi | Editor: Wasis Waseso
Bagikan: