BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Kesehatan
Keuangan
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Gema Shalawat dan Air Mata Haru: Dari Haflah At-Taudi IX Darul Ghuroba’ Al-Hikmah Benda Sirampog

BREBES, Wart Brebes — Pondok Pesantren Darul Ghuroba Al-Hikmah sukses menggelar agenda tahunan terbesar mereka. Acara tersebut adalah Haflah At-Taudi IX atau pelepasan santri akhir.

Perhelatan akbar ini berlangsung selama dua hari penuh pada 8–9 Juli 2026. Kawasan Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes seketika berubah menjadi lautan manusia. Ribuan jemaah hadir memenuhi lokasi dengan rasa haru dan khusyuk.

Tahun ini, pihak panitia mengangkat tema “Kukuh Berakar, Indah Berpijar”. Tema filosofis ini bukan sekadar pajangan seremonial semata. Lebih dari itu, tema ini menjadi simbol keteguhan prinsip spiritual para santri. Alumni diharapkan siap memancarkan akhlakul karimah di tengah masyarakat luas.

Tangis Haru di Prosesi Khotmil Qur’an

Rangkaian acara sakral ini bermula dari prosesi Khotmil Qur’an. Momen utama ini sangat menguras emosi seluruh hadirin. Isak tangis haru dari para wali santri pecah seketika.

Mereka sangat bangga melihat putra-putrinya berdiri di atas panggung utama. Para santri tampil anggun mengenakan pakaian terbaik untuk menerima ijazah kelulusan. Suasana religius semakin bergetar saat prosesi sungkeman massal dimulai.

Para santri bersujud memohon doa restu kepada orang tua mereka. Momen ini menandai tuntasnya perjuangan panjang menghafal ayat suci Al-Qur’an. Atmosfer penuh air mata kebahagiaan ini menjadi pembuka yang sangat khidmat.

Selain khotmil quran juga prosesi wisuda dan khataman santri dari berbagai tingkatan, di antaranya:

  • Khatam Nadhom Hidayatus Sibyan (santri Ibtida’)
  • Khatam Nadhom Aqidatul Awwam (santri Marhalah 1)
  • Khatam Nadhom Al-Maqshud (santri Marhalah 2)
  • Khatam Juz ‘Amma (santri putri Tahfidzul Qur’an)
  • Khatmul Qur’an 30 Juz Bil Ghaib
  • Prosesi Muwadda’ah santri kelas III Madrasah Diniyah Darul Ghuroba’

Simfoni Shalawat Membelah Langit Jetak Benda

Setelah malam tiba, panggung utama Harlah At-Taudi IX Darul Ghuroba segera berubah menjadi episentrum spiritual. Acara malam tersebut bertajuk “Darul Ghuroba Al-Hikmah Bersholawat”.

Lantunan selawat atas Nabi Muhammad SAW menggema dengan sangat merdu oleh para habaib, termasuk Habib Alwi. Ribuan jemaah dari berbagai daerah.

Beberapa juga mengibarkan bendera selawat dengan penuh semangat. Pemandangan visual di area pondok terlihat luar biasa indah dan menggetarkan jiwa. Gema shalawat terus mengalun indah menembus langit malam itu.

Ilmu dan Ahlak Jadi Pondasi Alumni Darul Ghuroba

Di tengah kekhusyukan acara, Pengasuh Darul Ghuroba, KH Ridlwan Muwafiq mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.

Gus Ridlwan mengingatkan bahwa tantangan alumni sesungguhnya setelah keluar dari pesantren. Oleh karena itu, bekal ilmu di pondok harus dijaga dengan baik.

“Tema ‘Kukuh Berakar, Indah Berpijar‘ sengaja kami pilih sebagai pengingat abadi. Pondasi ilmu agama dan akhlak harus tertanam kuat layaknya akar pohon. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka mampu memancarkan cahaya kebaikan bagi masyarakat,” ujar Gus Ridlwan.

Senada dengan hal itu, Ustaz Ahmad Fauzi Mubarok turut menyatakan apresiasinya. Ketua Panitia Haflah IX ini berterima kasih kepada semua elemen yang terlibat.

Kesuksesan acara Haflah At-Taudi IX Darul Ghuroba ini merupakan hasil kerja keras gotong royong para santri dan alumni. Selain itu, dukungan penuh dari warga Benda juga sangat luar biasa.

“Kami sangat terharu melihat antusiasme jemaah yang melampaui prediksi awal. Namun, berkat pengamanan ketat dari Banser dan kepolisian, semua berjalan tertib dan kondusif,” ungkapnya.

Guyonan Segar Penuh Makna KH. Anwar Zahid

Sebagai puncak acara, panitia menghadirkan dai kondang asal Bojonegoro, KH. Anwar Zahid. Kehadiran kiai dengan jargon “Qulhu ae lek…” ini sudah dinanti sejak pagi.

Dalam ceramahnya, Abah Anza, panggilan KH. Anwar Zahid-, menyampaikan pesan berbobot dengan gaya jenaka. Ia menekankan pentingnya menjaga benteng akhlak di era digital. Selain itu, alumni pesantren harus mampu menjadi penyejuk di lingkungan tempat tinggalnya.

Pesan yang dikemas dengan guyonan segar tersebut sukses memukau penonton. Ribuan jemaah bertahan di lokasi acara hingga larut malam tanpa rasa kantuk.

Keberhasilan Haflah At-Taudi IX Darul Ghuroba ini tidak hanya menjadi kebanggaan internal pesantren saja. Acara ini juga membawa berkah ekonomi yang besar bagi warga sekitar. Pasar tumpah menjamur dan menggerakkan roda ekonomi lokal selama dua hari.

Penulis: Wasis Waseso | Editor: Wasis Waseso