BERITA TERBARU
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...

Kenapa Sering Mati Lampu Akhir-akhir Ini? Pengamat ITB Ungkap Penyebab dan Risiko Blackout Total

JAKARTA, Warta Brebes – Kenapa sering mati lampu akhir-akhir ini menjadi pertanyaan masyarakat. Apakah sistem kelistrikan nasional sedang menghadapi masalah serius?

Keluhan mengenai listrik padam yang terjadi berulang kali di sejumlah wilayah Jawa dan Bali belakangan semakin sering terdengar. Kenapa sering mati lampu akhir-akhir ini menjadi pertanyaan masyarakat. Apakah sistem kelistrikan nasional sedang menghadapi masalah serius

Keluhan masyarakat soal listrik yang semakin sering padam dalam beberapa waktu terakhir mendapat penjelasan dari Pengamat Sistem Tenaga Listrik Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor.

Menurut Kevin, pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa dan Bali dipicu oleh dua faktor utama, yakni force outage dan derating pada pembangkit listrik. Hal itu membuat sebagian wilayah sering mati lampu akhir-akhir ini.

Force outage merupakan gangguan mendadak yang menyebabkan unit pembangkit mengalami kerusakan atau masalah operasional sehingga pasokan listrik berkurang secara tiba-tiba.

Sementara derating adalah kondisi ketika pembangkit sengaja menurunkan kapasitas produksinya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar agar pembangkit tidak berhenti beroperasi secara total.

“Kalau dipaksa beroperasi penuh hingga bahan bakar habis, terutama pada PLTU, proses untuk menyalakannya kembali bisa memakan waktu sampai dua hari,” jelas Kevin seperti dikutip dari akun Instagram resmi ITB, Selasa (16/6/2026).

Sering Mati Lampu: Pemadaman Bergilir untuk Cegah Blackout Besar

Kevin menjelaskan, pemadaman bergilir terkadang menjadi pilihan yang harus dilakukan operator sistem kelistrikan. Tujuannya bukan karena pasokan listrik habis, melainkan untuk menjaga stabilitas jaringan secara keseluruhan.

Ketika konsumsi listrik meningkat, terutama pada jam beban puncak, cadangan daya atau reserve margin dapat menipis. Dalam kondisi tersebut, pengurangan beban melalui pemadaman sementara dilakukan untuk mencegah terjadinya blackout total yang dampaknya jauh lebih besar.

“Pemadaman bergilir dilakukan agar sistem tetap aman dan tidak mengalami gangguan yang lebih luas,” ujarnya.

Ancaman El Nino Bisa Memperberat Pasokan Listrik

Selain faktor teknis, Kevin mengingatkan adanya ancaman perubahan iklim berupa fenomena El Nino ekstrem yang berpotensi menambah tekanan terhadap sistem kelistrikan nasional.

Cuaca yang semakin panas diperkirakan akan meningkatkan penggunaan pendingin ruangan seperti AC, sehingga kebutuhan listrik ikut melonjak.

Di sisi lain, musim kemarau panjang dapat menurunkan debit air di sejumlah waduk yang menjadi sumber energi pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Apabila kondisi tersebut terjadi, kemampuan pembangkit dalam menghasilkan listrik akan berkurang dan beban pasokan dari pembangkit lain menjadi semakin besar. Hasilnya, akan sering mati lampu lebih kerap terjadi.

Karena itu, Kevin menilai pengelolaan cadangan energi dan keandalan sistem kelistrikan menjadi faktor penting untuk menjaga pasokan listrik nasional tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Bagikan: