JAKARTA, Warta Brebes– Apple dikabarkan akan menaikkan harga lini iPhone 18 Pro yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun 2026. Kenaikan harga ini dipicu oleh krisis komponen, khususnya RAM dan penyimpanan (storage), yang terus berlanjut. Keputusan penyesuaian harga ini disampaikan oleh pihak Apple, produsen perangkat tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Jumat (19/6/2026).
Analisis Biaya Produksi Picu Kenaikan Harga iPhone 18 Pro
Media Wall Street Journal bersama firma riset TechInsights memproyeksikan nilai jual perangkat baru ini melalui analisis biaya produksi internal. Varian standar iPhone 18 Pro diperkirakan akan dipasarkan mulai dari harga USD 1.299 atau sekitar Rp 23,2 juta, hingga USD 1.399 atau sekitar Rp 24,9 juta untuk model dasar.
Proyeksi ini menunjukkan lonjakan harga sebesar USD 200 hingga USD 300 dibandingkan generasi sebelumnya, iPhone 17 Pro. Peningkatan harga yang lebih signifikan juga diprediksi akan terjadi pada varian dengan kapasitas penyimpanan lebih besar serta model premium lainnya, seperti iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra.
Strategi Margin Laba Apple dalam Penentuan Harga
Perhitungan kenaikan harga ini didasarkan pada biaya pemutakhiran RAM, storage, sistem kamera baru, serta target margin laba kotor Apple. TechInsights mencatat bahwa margin laba kotor Apple untuk iPhone 17 Pro mencapai 47 persen dari harga jual USD 1.099.
Untuk mempertahankan persentase keuntungan yang sama pada iPhone 18 Pro, Apple membutuhkan patokan harga USD 1.371. Namun, jika perusahaan memutuskan untuk mempertahankan harga standar di angka USD 1.299, margin laba kotor mereka akan mengalami penurunan menjadi 44 persen.
Dampak Pembaruan Kamera dan Lanskap Produk Apple
Beban produksi berpotensi semakin bertambah karena pembaruan sistem kamera baru memakan biaya hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Situasi ini semakin memperkuat perkiraan bahwa harga ritel iPhone 18 Pro akan dimulai dari USD 1.399 atau bahkan lebih tinggi.
Skema kenaikan harga ini diprediksi akan mendorong harga iPhone 18 Pro Max naik sekitar USD 100 demi menjaga selisih harga yang ideal antar-model. Kenaikan harga pada lini Pro ini juga berpotensi membuat estimasi harga ponsel lipat pertama Apple, iPhone Ultra, yang diprediksi mencapai USD 2.000, terasa lebih masuk akal saat diperkenalkan pada September mendatang.
Kenaikan harga iPhone 18 Pro akibat krisis komponen ini menunjukkan tantangan yang dihadapi industri teknologi dalam mempertahankan inovasi di tengah ketidakpastian pasokan global. Konsumen perlu bersiap untuk kemungkinan mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan perangkat terbaru dari Apple.





















