JAKARTA, Warta Brebes — Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) akan tetap berlanjut.
Penegasan ini disampaikan menyusul adanya evaluasi pasca-meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad), Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan, menekankan bahwa porsi latihan yang diberikan tidak berat, melainkan difokuskan untuk menanamkan disiplin dan etos kerja.
Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan menjelaskan bahwa Latsarmil SPPI dirancang dengan porsi yang terukur. Tujuan utamanya bukan untuk membentuk peserta menjadi militer, melainkan membekali mereka dengan kedisiplinan, integritas, dan etos kerja yang kuat.
Ia meyakini bahwa seluruh kegiatan latihan tidak membebani peserta. Bukti nyata dari inklusivitas program ini adalah diterimanya peserta disabilitas, bahkan beberapa di antaranya berhasil lulus. Hal ini menunjukkan bahwa fokus latihan tidak semata-mata pada aspek fisik, melainkan juga mengedepankan kemampuan intelijen dan adaptasi.
Evaluasi Latsarmil SPPI: Fokus pada Disiplin dan Etos Kerja
Menanggapi insiden yang terjadi, Kemhan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil SPPI. Namun, evaluasi ini tidak serta-merta menghentikan program.
Sebaliknya, Kemhan memastikan bahwa Latsarmil akan terus berjalan dengan penekanan pada tujuan awal pembentukan karakter. Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan menegaskan bahwa porsi latihan fisik yang diberikan sangatlah wajar dan tidak akan menjadi beban bagi para peserta.
“Jadi untuk porsi latihan dari saudara-saudara kita yang tergabung dalam SPPI ini, ini semuanya sudah terukur. Artinya terukur adalah awal kita memang ini bukan untuk menjadi militer, tetapi adik-adik ini disiapkan untuk memiliki disiplin, integritas, dan juga etos kerja,” ujar Kapus Komcad, Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan, pada Sabtu (27/6/2026).
Ia menambahkan, “Sehingga porsi sejak awal itu porsinya tidak berat. Bahkan kami sampaikan di sini, dalam proses rekrutmen juga saudara-saudara kita yang disabilitas juga kita terima. Ada yang lulus, ada empat saudara-saudara kita yang disabilitas.”
Program Latsarmil SPPI Lanjutkan Transformasi Manajer Profesional
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, turut menggarisbawahi pentingnya Latsarmil dalam menanamkan nilai-nilai disiplin. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari proses penciptaan dan pembentukan manajer yang profesional di bidangnya. Oleh karena itu, program Latsarmil SPPI dipastikan akan terus berlanjut.
“With adanya ini, program ini terus berlanjut karena bagian dari proses yang tadi saya sampaikan tadi, dalam rangka menciptakan atau ya mendidik manajer yang profesional dan seterusnya, disiplin tadi,” tandas Mayjen Ketut Gede Wetan.
Penegasan ini memberikan keyakinan bahwa Kemhan berkomitmen untuk melanjutkan program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembentukan karakter yang kuat dan profesionalisme.



























