Muscab PPP Brebes: Formatur Belum Final

BREBES, Warta Brebes — Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Brebes memicu kegelisahan. Sejumlah pemberitaan dinilai tidak utuh. Ketua Steering Committee (SC) Muscab, Muhammad Zamroni, angkat bicara. Ia meluruskan informasi yang beredar. Zamroni ingin mencegah konflik di akar rumput partai.

Zamroni menegaskan laporan media keliru. Pemberitaan menyoroti hasil pemilihan Muscab. Namun, proses yang sebenarnya tidak sepenuhnya tergambar. Ia menilai ada kekeliruan mendasar. Ini terkait pemahaman mekanisme pemilihan tim formatur. Formatur ini organ strategis penentu kepengurusan DPC.

"Angka-angka yang beredar memang benar," ungkap Zamroni. "Tetapi konteksnya keliru." Angka tersebut bukan hasil akhir pemilihan formatur. Angka itu hanya satu unsur pembentuk formatur. Zamroni menjelaskan komposisi tim formatur. Tim ini terdiri dari tujuh orang. Ada unsur DPC, DPW, DPP, dan PAC. Suara satu unsur tidak bisa jadi keputusan final.

Ia juga meluruskan kepemimpinan rapat formatur. Rapat dipimpin perwakilan DPW. Bukan oleh individu yang disebut dalam pemberitaan. "Ini penting diluruskan," kata Zamroni. Hal ini menyangkut legitimasi proses. Narasinya yang salah berdampak luas. Terutama bagi kalangan simpatisan partai.

Rapat formatur dihadiri enam dari tujuh anggota. Sempat terjadi perbedaan pendapat. Akhirnya ditempuh mekanisme voting. Lima anggota sepakati kepengurusan baru. Muhammad Sidqi jadi Ketua DPC. Muhammad Zamroni menjabat Sekretaris. Abdul Haris ditunjuk sebagai Bendahara. Satu anggota lainnya tidak menyatakan persetujuan.

Keputusan dituangkan dalam berita acara resmi. Ditandatangani utusan DPW selaku ketua formatur. Juga ditandatangani empat formatur PAC. Namun, Zamroni menekankan hasil itu belum final. "Secara mekanisme hasil formatur tetap harus melalui proses lebih lanjut," bebernya. Proses tersebut melibatkan DPW dan DPP. Keputusan akhir ada di tangan DPP. Perlu persetujuan ketua umum.

Zamroni mengingatkan agar tidak ada spekulasi liar. "Perbedaan itu wajar," jelasnya. Jangan sampai dipelintir menjadi konflik. "Kita tunggu saja proses organisasi berjalan," ujarnya. Kasus Muscab PPP Brebes menjadi cermin. Disinformasi dapat memperkeruh situasi internal. Klarifikasi pihak berwenang sangat krusial. Ini menjaga legitimasi proses. Sekaligus meredam potensi gesekan. Ujian PPP Brebes adalah menjaga soliditas.

Bagikan: