PAD Tumbuh 15,Tegal Melompat: PAD Meroket, Posisi TP2DD Naik Drastis!

TEGAL, Warta Brebes — Prestasi gemilang diraih Pemerintah Kota Tegal. Mereka sukses menduduki peringkat 9 dalam Championship TP2DD se-Jawa Bali Tahun 2025. Ini adalah lonjakan signifikan dari posisi 27 pada tahun sebelumnya.

Kenaikan peringkat ini menunjukkan kemajuan pesat dalam digitalisasi daerah. Pemkot Tegal menunjukkan kinerja terbaiknya selama tahun 2024. Hal ini diumumkan dalam High Level Meeting P2DD Triwulan I Tahun 2026.

Pertemuan strategis ini digelar di Gedung Adipura, Balai Kota Tegal. Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Turut hadir pula Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta para kepala OPD.

Narasumber dari Bank Indonesia Tegal dan Bank Jateng turut hadir. Mereka memberikan masukan dan apresiasi atas pencapaian ini. Pertemuan ini menekankan pentingnya percepatan dan perluasan digitalisasi di berbagai sektor.

Selain TP2DD, Pemkot Tegal juga mencatat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Angkanya meroket hingga 15,99 persen per April 2026. Capaian ini jauh melampaui periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan PAD ini didorong oleh dua sektor utama. Pajak daerah tercatat naik sebesar 24,30 persen. Sementara itu, retribusi daerah juga melonjak 22,93 persen. Angka-angka ini mencerminkan efektivitas kebijakan daerah.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan komitmennya terhadap transformasi digital. Ia menyatakan bahwa digitalisasi adalah sebuah keharusan di era modern. Tujuannya adalah menciptakan pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.

“Digitalisasi bukan hanya soal penggunaan teknologi,” ujar Dedy Yon. “Ini tentang perubahan budaya kerja yang mendasar.”

Ia menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, dan transparansi dalam pelayanan publik.

Dedy Yon juga menginstruksikan seluruh OPD untuk menjaga konsistensi. Fokusnya adalah pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Penguatan inovasi berbasis digital menjadi prioritas utama.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Tegal, Siswoyo, memuji langkah strategis ini. Ia menyebut HLM P2DD sebagai momen penting untuk evaluasi kinerja digitalisasi. Koordinasi antarinstansi juga semakin diperkuat.

Siswoyo menjelaskan sinergi Tim Satgas P2DD sangat krusial. Kolaborasi dengan Bank Indonesia, OJK, dan Bank Jateng menjadi kunci keberhasilan. Bank Jateng berperan penting sebagai bank RKUD.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Tegal menyerahkan penghargaan. Penghargaan diberikan kepada OPD dengan performa pendapatan tertinggi. Realisasi belanja barang menggunakan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) juga diapresiasi.

Penghargaan ini diberikan untuk periode hingga April 2026. Ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa para OPD. Semangat kompetisi positif semakin terbangun di lingkungan Pemkot Tegal.

Peningkatan peringkat TP2DD ini bukan hanya sekadar angka. Ini adalah bukti nyata komitmen Pemkot Tegal. Mereka berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui digitalisasi.

Kinerja positif ini diharapkan terus berlanjut. Inovasi-inovasi baru perlu terus dikembangkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Percepatan digitalisasi ini membuka banyak peluang baru. Transaksi keuangan pemerintah menjadi lebih efisien dan akuntabel. Masyarakat pun dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Pemerintah Kota Tegal kini menjadi contoh. Mereka membuktikan bahwa digitalisasi dapat membawa perubahan positif. Peningkatan PAD dan peringkat TP2DD menjadi sorotan positif.

Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari kerja keras semua pihak. Sinergi antara pemerintah, bank, dan masyarakat sangat penting. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat menjadi pendorong utama.

Ke depan, Pemkot Tegal akan terus berinovasi. Digitalisasi akan semakin dioptimalkan. Tujuannya adalah mewujudkan Kota Tegal yang maju dan sejahtera.

Masyarakat diharapkan turut serta mendukung program digitalisasi ini. Dengan partisipasi aktif, Tegal dapat mencapai potensi penuhnya. Transformasi digital ini adalah investasi masa depan.

Kepercayaan publik terhadap pemerintah juga semakin meningkat. Transparansi dan akuntabilitas menjadi nilai jual utama. Digitalisasi mempermudah pengawasan dan partisipasi masyarakat.

Wali Kota Dedy Yon optimis Tegal dapat terus melaju. Ia bertekad menjadikan Tegal sebagai kota digital terdepan. Peringkat 9 TP2DD adalah batu loncatan awal.

Dukungan dari berbagai pihak akan terus dijaga. Sinergi positif ini akan menjadi fondasi kuat. Inovasi pelayanan berbasis digital akan terus digalakkan.

Kinerja Pemkot Tegal patut diapresiasi. Mereka menunjukkan semangat perubahan yang luar biasa. Tegal kini berada di jalur yang tepat menuju kemajuan.

Pertumbuhan PAD yang signifikan juga memberikan dampak positif. Anggaran daerah dapat dialokasikan lebih optimal. Pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat akan semakin terjamin.

Kenaikan pajak dan retribusi daerah menunjukkan kepatuhan wajib pajak. Ini adalah hasil dari edukasi dan kemudahan pembayaran digital. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kontribusi daerah semakin meningkat.

Dedy Yon berharap seluruh OPD dapat mempertahankan performa. Ia juga mendorong adanya ide-ide segar untuk inovasi digital. Kolaborasi antar OPD menjadi kunci utama.

Bank Indonesia dan Bank Jateng siap mendukung penuh. Mereka berkomitmen menyediakan infrastruktur dan teknologi yang dibutuhkan. Kerjasama ini akan terus diperkuat.

Tegal kini menjadi inspirasi bagi kota-kota lain. Mereka membuktikan bahwa perubahan itu mungkin terjadi. Digitalisasi adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman.

Perjalanan menuju kota digital yang ideal masih panjang. Namun, dengan semangat dan kerja keras, Tegal pasti bisa. Prestasi ini menjadi bukti nyata.

 

Bagikan: