BATANG, Warta Brebes – Seorang pejalan kaki meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Kamandaka relasi Tegal–Semarang di perlintasan sebidang antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Batang, Senin (20/7/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.18 WIB di Kilometer 79+3/4 jalur hulu. Saat kejadian, palang pintu perlintasan dilaporkan sudah tertutup dan kereta api tengah melintas dari arah Pekalongan menuju Semarang.
Korban yang diketahui merupakan warga Dukuh Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, diduga tetap menyeberang rel meski sejumlah warga telah memberikan peringatan.
Warga dan Pedagang Sempat Berteriak Memberi Peringatan
Kepala Seksi Bina Keselamatan Jalan dan Perlintasan Kereta Api Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Bambang Pitono, mengatakan seluruh perangkat keselamatan di lokasi berfungsi normal saat kejadian berlangsung.
Menurutnya, palang pintu telah tertutup sempurna dan warga di sekitar lokasi juga berupaya mengingatkan korban ketika kereta mendekat.
“Palang pintu sudah tertutup semua. Pedagang juga sudah mengingatkan korban saat kereta datang,” kata Bambang.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga tidak mendengar suara peringatan dari warga maupun klakson kereta yang dibunyikan berulang kali.
Bambang menyebut korban diduga memiliki gangguan pendengaran sehingga tidak menyadari datangnya kereta api.
“Pedagang sudah berteriak memberi peringatan, tetapi korban tetap menyeberang,” ujarnya.
Masinis Sudah Membunyikan Klakson Berulang Kali
Dari sisi operasional, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan masinis telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai ketentuan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan masinis KA Kamandaka telah membunyikan Semboyan 35 atau klakson lokomotif berulang kali sebelum mencapai lokasi kejadian.
Namun, korban tetap berada di jalur kereta sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
“Berdasarkan keterangan masinis, klakson lokomotif sudah dibunyikan berulang sebagai peringatan. Namun orang tersebut tetap berada di jalur kereta api,” kata Luqman.
KA Kamandaka Sempat Terlambat 10 Menit
Usai kejadian, KA 182A Kamandaka masuk ke Stasiun Batang pada pukul 08.19 WIB untuk menjalani pemeriksaan rangkaian.
Petugas memastikan kondisi sarana dan prasarana tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan kembali.
Setelah pemeriksaan selesai dan tidak ditemukan kerusakan, kereta diberangkatkan kembali pada pukul 08.30 WIB.
Akibat proses tersebut, perjalanan KA Kamandaka mengalami keterlambatan sekitar 10 menit.


























