BREBES, Warta Brebes – Orang lain sibuk melihat bola bergulir, seorang pemuda di Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Brebes, malah sibuk mencari angle lain.
Bukan kamera ke lapangan. Bukan pula mengabadikan gol.
Pemuda tersebut diduga mengarahkan kamera ponselnya ke bagian bawah pakaian seorang wanita yang sedang asyik menonton turnamen sepak bola.
Aksinya keburu ketahuan. Warga yang melihat langsung naik pitam.
Pemuda itu kemudian diseret dan menjadi sasaran amukan warga. Kabar pun langsung viral di media sosial. Netizen ramai-ramai ikut merujak si pelaku berbaju merah ini.
Bola di Lapangan, Kamera Malah Mengarah ke Bawah
Peristiwa tersebut terjadi di Lapangan Desa Pamulihan pada Selasa (8/9/2026) menjelang Magrib.
Lapangan sedang ramai. Warga berdesakan menyaksikan pertandingan sepak bola.
Di tengah kerumunan penonton itulah, pemuda tersebut diduga mengambil posisi di belakang seorang wanita.
Bukannya fokus mengikuti pertandingan, dia malah jongkok.
Kamera HP-nya kemudian diduga diarahkan ke bagian bawah pakaian wanita tersebut.
Warga setempat, Taswan Anton Gunawan, mengatakan aksi itu terlihat oleh orang-orang di sekitar.
“Pemuda itu jongkok di belakang wanita yang sedang fokus nonton pertandingan sepak bola. Sambil jongkok, pemuda itu merekam dengan kamera HP-nya bagian dalam rok wanita itu,” kata Taswan, Rabu (9/9/2026).
Belum Sempat Dapat “Konten”, Keburu Kepergok
Aksi yang diduga dilakukan diam-diam itu ternyata tidak berjalan mulus.
Sejumlah warga mengetahui gerak-gerik pemuda tersebut.
Kerumunan penonton yang semula sibuk menikmati pertandingan mendadak berubah menjadi kerumunan lain.
Pemuda itu diseret warga dan kemudian menjadi sasaran pengeroyokan.
Video kejadian tersebut juga beredar di media sosial. Dalam rekaman, terlihat seorang pemuda mengenakan kaus merah berada di tengah kerumunan warga.
“Warga yang mengetahui aksi pemuda itu langsung ramai-ramai menyeret dan mengeroyok pemuda itu,” ujar Taswan.
Daripada Babak Berikutnya Makin Panas, Dibawa ke Balai Desa
Situasi kemudian diamankan ke Kantor Pemerintah Desa Pamulihan.
Warga membawa pemuda tersebut ke balai desa agar amukan tidak semakin menjadi-jadi.
“Akhirnya diamankan ke balai desa karena takut warga semakin emosi,” tambah Taswan.
Dengan begitu, pertandingan sepak bola bisa kembali menjadi pertandingan sepak bola. Bukan arena main hakim sendiri.
Polisi: Kami Tahu, Tapi Belum Ada yang Melapor
Kapolsek Larangan Kompol Suryantono membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan di Desa Pamulihan.
Polisi kini masih menggali informasi untuk memastikan kronologi kejadian, termasuk dugaan tindakan yang dilakukan pemuda tersebut.
Masalahnya, sampai Rabu (9/9/2026), belum ada laporan resmi dari warga maupun wanita yang disebut menjadi korban.
“Kami sudah mengetahui peristiwa itu, kami juga sedang mencari tahu kebenarannya seperti apa. Sampai saat ini belum ada yang melapor,” kata Suryantono.
Identitas Pemuda Masih Misterius
Siapa pemuda tersebut? Hingga berita ini ditulis, identitasnya belum diketahui.
Status hukumnya juga belum jelas.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa yang videonya telanjur beredar di media sosial.
Jadi, meski videonya sudah ramai, proses hukum tetap tidak bisa berjalan hanya bermodal kerumunan dan video yang beredar.
Jangan Sampai Nonton Bola Berujung Main Hakim Sendiri
Jika dugaan pelecehan tersebut terbukti, perkara tetap harus diserahkan kepada polisi.
Begitu juga dengan aksi pengeroyokan. Warga tidak bisa seenaknya menghukum seseorang di tempat.
Intinya sederhana, kalau datang ke lapangan untuk nonton bola, ya nonton bolanya. Jangan kamera malah keluyuran ke mana-mana. Sama aja cari penyakit.
Apalagi kalau sampai membuat orang lain merasa dilecehkan.

























