TEGAL, warta Brebes – Seorang perempuan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tercebur ke dalam sumur sedalam 15 meter pada Senin (27/7/2026) dini hari. Korban bernama Warningsih (56) bertahan selama sekitar tiga jam sebelum tim gabungan berhasil mengevakuasinya dalam kondisi menggigil dan lemas.
Tim Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Tegal menerima laporan kejadian sekitar pukul 05.00 WIB. Korban diduga tercebur ke dalam sumur sekitar pukul 02.00 WIB di rumahnya yang berada di Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.
“Info dari keluarga, korban tercebur sumur sekitar pukul 02.00 WIB. Dilaporkan ke kami subuh pukul 05.00 WIB,” kata Satgas PB BPBD Kabupaten Tegal, Wiwit Rian Alfiat.
Cucu Korban Mendengar Suara dari Dalam Sumur
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, Warningsih tinggal bersama salah seorang cucunya. Saat terbangun, sang cucu tidak menemukan neneknya di dalam rumah.
Ia kemudian memanggil korban beberapa kali. Namun, suara Warningsih justru terdengar dari dalam sumur.
Keluarga lalu meminta bantuan petugas untuk melakukan evakuasi.
Petugas Gunakan Metode vertical rescue
Tim BPBD Kabupaten Tegal melakukan evakuasi dengan metode vertical rescue menggunakan tali pengaman. Salah seorang petugas turun langsung ke dalam sumur yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena diameter sumur hanya sekitar 80 sentimeter. Ruang gerak yang sempit membuat petugas harus bekerja dengan sangat hati-hati.
“Kami gunakan tali dan masuk. Kami yakin tidak ada gas beracun, karena tiga jam korban masih hidup,” ujar Wiwit.
Petugas akhirnya berhasil mengangkat korban sekitar pukul 05.45 WIB.
Korban Menggigil dan Dilarikan ke Rumah Sakit
Setelah berhasil dievakuasi, Warningsih mengalami menggigil dan tampak sangat lemas akibat terlalu lama terendam air di dalam sumur.
Tim evakuasi kemudian membawa korban ke RSUD dr Suselo Slawi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Kondisinya menggigil dan langsung dibawa ke RSUD Suselo. Belum bisa ditanya apa-apa,” tegas Wiwit.
Hingga berita ini ditulis, korban masih menjalani perawatan medis di RS Soselo Slawi. Petugas belum dapat memastikan penyebab korban tercebur ke dalam sumur karena kondisinya masih lemah.
BPBD Kabupaten Tegal juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumur yang berada di lingkungan rumah. Penutup sumur yang aman dan pengawasan terhadap anggota keluarga, terutama pada malam hari, menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.

























