BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Ratusan Siswa di Sirampog Alami Mual Massal, Diduga Keracunan

BREBES, Warta Brebes – Ratusan siswa, guru, hingga wali murid di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan massal pada Jumat (24/7/2026).

Mereka mengeluhkan gejala mual, pusing, dan diare setelah menyantap menu dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus dugaan keracunan Sirampog ini langsung mendapat penanganan intensif dari pihak medis dan dinas terkait.

Kronologi Kejadian Keluhan Massal di Sirampog

Peristiwa ini bermula ketika para siswa dari berbagai jenjang sekolah menyantap menu Makan Bergizi Gratis pada Kamis (23/7/2026) antara pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Gejala klinis tidak langsung muncul seketika. Sebagian besar korban baru merasakan mual, pusing, dan diare beberapa jam setelahnya, bahkan ada yang baru bergejala hingga 12 jam pasca-konsumsi. Puncaknya terjadi pada Jumat pagi, di mana puskesmas setempat mulai dipadati pasien dengan keluhan serupa.

Sekolah yang Terdampak dan Sumber Makanan

Berdasarkan data awal, total ada 11 sekolah yang terdampak oleh insiden ini. Jenjang pendidikan para korban sangat bervariasi, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Madrasah Aliyah (MA).

Berdasarkan data terhimpun, belasan lembaga pendidikan dari jenjang PAUD hingga MA terimbas insiden tersebut. Rincian korban meliputi:

  1. SDN Dawuhan 03: 55 siswa, 5 guru
  2. SDN Igirklanceng 01: 68 siswa, 5 guru
  3. MI Sirotol Mustaqim Dawuhan: 70 siswa, 7 guru
  4. SMP Muhammadiyah 3 Sirampog: 42 siswa, 6 guru
  5. MTs Ma’arif Dawuhan: 39 siswa, 10 guru
  6. MA Ma’arif Dawuhan: 23 siswa, 2 guru
  7. SDN Igirklanceng 02: 20 siswa
  8. SDN Batursari 02: 31 siswa, 5 guru
  9. TK ABA Dawuhan : 20 siswa, 2 guru
  10. KB Nurul Hikmah 7 siswa, 2 guru serta beberapa wali murid.

Akibat kejadian ini, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah sekolah terganggu. Banyak siswa absen, sementara sebagian yang hadir tetap mengikuti pelajaran dalam kondisi lemas.

“Ada siswa yang tidak berangkat, tapi ada juga yang tetap masuk meski kondisinya kurang sehat karena masih diare,” kata Kepala SMP Muhammadiyah 3 Sirampog, Nur Rohmah, Jumat (24/7).

Diketahui bahwa menu makanan tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paingan yang berlokasi di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog.

Langkah Penanganan Medis dan Kondisi Korban

Tim kesehatan dari Puskesmas Sirampog bergerak cepat melakukan penanganan darurat begitu laporan masuk. Pihak medis langsung memberikan pengobatan lambung, oralit, dan obat antidiaretik kepada para korban yang datang.

Kabar baiknya, kondisi sebagian besar korban kini sudah berangsur membaik. Mayoritas dari mereka diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan setelah kondisinya dinyatakan stabil oleh tim dokter.

Dinas Kesehatan Brebes Masih Lakukan Pendalaman

Hingga saat ini, pihak berwenang belum bisa memastikan apakah insiden ini murni merupakan kasus keracunan Sirampog akibat zat berbahaya dalam makanan, atau ada faktor lain.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyatakan masih mendalami kasus ini secara menyeluruh. Petugas kesehatan juga dilaporkan telah mengambil sampel makanan dari SPPG terkait untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti dari keluhan massal ini. Pihak dinas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses investigasi kepada tim ahli. (*)

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso