BERITA BREBES TERKINI
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

15 Anak Putus Sekolah dari Bulakamba Kembali Sekolah, Diberangkatkan ke Sekolah Rakyat Brebes

BREBES, Warta Brebes – Sebanyak 15 anak putus sekolah dari keluarga miskin dan rentan di Kecamatan Bulakamba akhirnya kembali mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan. Mereka akhirnya berangkat mengikuti program Sekolah Rakyat Kabupaten Brebes, sekolah berasrama gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Camat Bulakamba Setiawan Nugroho langsung melepas calon peserta didik Sekolah Rakyat Brebes tersebut di halaman Kantor Kecamatan Bulakamba, Rabu (15/7/2026).

Suasana haru terlihat saat para orang tua melepas anak-anak mereka yang selama ini terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Mereka terdiri dari lima anak usia Sekolah Dasar (SD), lima anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan lima anak usia Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sebelumnya tidak lagi bersekolah.

Kelima belas peserta tersebut berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 dan Desil 2, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi prioritas program pengentasan kemiskinan pemerintah.

Kesempatan Kedua untuk Mengubah Masa Depan

Camat Bulakamba Setiawan Nugroho mengatakan, program Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak yang sempat kehilangan akses pendidikan.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin ada anak yang gagal meraih cita-cita hanya karena faktor ekonomi keluarga.

“Anak-anakku, ini kesempatan yang sangat berharga. Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan gratis lengkap dengan asrama, makan, seragam, dan kebutuhan belajar lainnya. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Setiawan.

Wawan berpesan agar para peserta menjaga disiplin, menghormati guru, serta membuktikan bahwa anak-anak Bulakamba mampu berprestasi jika mendapatkan kesempatan yang sama.

Camat juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Brebes dan Kementerian Sosial RI yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Program Strategis Pengentasan Kemiskinan

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berbasis asrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Selain mendapatkan pendidikan formal, para siswa juga memperoleh pembinaan karakter, pendampingan sosial, layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama tinggal di asrama.

Di Kabupaten Brebes, Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dan menempati kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka putus sekolah yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Tangis Haru Orang Tua

Salah satu orang tua peserta, Tuti, warga Desa Bulusari, mengaku tidak mampu menahan haru saat anaknya mendapat kesempatan kembali bersekolah.

Ia mengaku kondisi ekonomi keluarga selama ini membuat anaknya terpaksa menghentikan pendidikan.

“Alhamdulillah anak saya bisa sekolah lagi. Selama ini kami memang kesulitan biaya. Mudah-mudahan anak saya bisa belajar dengan baik dan punya masa depan yang lebih bagus,” ujarnya.

Harapan serupa juga disampaikan sejumlah orang tua lainnya yang berharap program tersebut menjadi jalan bagi anak-anak mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.

Brebes Targetkan Anak Putus Sekolah Kembali Belajar

Pemerintah Kabupaten Brebes menargetkan semakin banyak anak dari keluarga miskin yang dapat kembali mengakses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Melalui program ini, pemerintah berharap tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan masa depan akibat keterbatasan biaya pendidikan.

Keberangkatan 15 anak dari Kecamatan Bulakamba menjadi langkah awal untuk membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda Brebes agar dapat melanjutkan pendidikan, meningkatkan kualitas hidup, dan berkontribusi bagi daerah di masa mendatang.

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso