BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Malam Panjang di Flyover Kretek: Saat Sopir Memilih Terjun Demi Selamatkan yang Lain

Brebes,Warta Brebes — Malam itu, langit Brebes pekat. Di bawah Flyover Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes hanya lampu-lampu darurat kendaraan derek dan sorot senter petugas yang menerangi dasar jurang. Di sana, dua truk raksasa terbaring ringsek. Muatan tali benang berceceran di mana-mana. Kabin salah satu truk menempel pada bak kendaraan di depannya—seperti dua besi tua yang saling berpelukan dalam kehancuran.

Senin dini hari (27/7) menjadi malam paling melelahkan bagi petugas gabungan dari Satlantas Polres Brebes. Evakuasi dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Dua unit mobil derek dan alat berat dikerahkan. Mereka harus bekerja ekstra hati-hati. Posisi kendaraan di dasar flyover, badan ringsek, muatan berserakan. Selama dua jam, jalur nasional Tegal–Purwokerto ditutup total. Arus dari kedua arah lumpuh. Antrean kendaraan membentang panjang di kegelapan.

Namun di balik kemacetan yang merepotkan itu, ada kisah yang nyaris tak terungkap. Sebuah keputusan heroik yang diambil dalam hitungan detik oleh seorang sopir demi menyelamatkan nyawa-nyawa yang tak ia kenali.

“Saya Banting Kiri dan Lompat”

Iwan Gunawan, 38 tahun, sopir truk Mitsubishi Fuso F-8986-FE, masih terbaring di sebuah klinik. Kaki kirinya dibalut perban. Luka lecet di lengan dan wajah mulai mengering. Namun yang lebih sakit dari luka fisik adalah bayangan detik-detik ketika truknya kehilangan kendali di turunan Flyover Kretek.

Bersama truk Mitsubishi Fuso R-1412-UA yang dikemudikan Yadin Wahyudin, 24 tahun, mereka mengangkut muatan benang dari Sleman menuju Bogor. Sepanjang perjalanan, tak ada tanda-tanda mencurigakan. Namun saat melintasi turunan flyover, semuanya berubah dalam sekejap.

“Nah ketika jalur menurun, saya kaget. Tiba-tiba truk yang ada di belakang menabrak cukup keras ke truk saya,” kenang Iwan, suaranya masih bergetar.

Truk yang dikemudikan Yadin diduga mengalami rem blong. Benturan keras itu membuat kedua truk melaju tanpa kendali di jalur menurun. Di depan, Iwan melihat deretan kendaraan—termasuk sepeda motor—sedang melintas. Jika truk terus melaju lurus, tabrakan beruntun tak terhindarkan. Korban bisa berlipat ganda.

“Sementara di depan ramai kendaraan, kalau saya terus lurus, pasti akan banyak korban. Akhirnya saya membanting stir ke arah kiri,” katanya.

Truk F-8986-FE membelok ke kiri, menabrak water barrier, lalu terjun ke bawah flyover. Sesaat sebelum kabinnya menghantam tanah, Iwan memutuskan melompat keluar. Tubuhnya terpental di aspal, kakinya tergores, tetapi ia selamat.

Jangan Lewatkan:Truk Rem Blong di Flyover Kretek Brebes, Dua Truk Jatuh dari Jembatan dan Tabrak Tiga Motor

“Jadi tidak sampai nabrak sepeda motor, saya banting kiri dan lompat,” jelasnya.

Rantai Kecelakaan yang Tak Terhindarkan

Truk di belakang yang dikemudikan Yadin menghantam water barrier hingga terpental ke jalur berlawanan. Dari arah utara, tiga sepeda motor melaju tanpa sempat menghindar. Mereka adalah Afaf Nurul Madina, 25 tahun, warga Bumiayu; Nabilla Atliqoh Lutfiah, 17 tahun, warga Pakujati; dan Deni Iskandar, 19 tahun, warga Bumiayu.

Tiga sepeda motor itu menabrak pembatas jalan yang tiba-tiba muncul di depannya. “Ada tiga sepeda motor dari arah bawah menghantam water barrier yang tertabrak bagian belakang truk yang menabrak saya,” ujar Iwan.

Total delapan orang mengalami luka-luka. Selain kedua sopir truk, mereka adalah para pengendara dan pembonceng sepeda motor: Siti Nurjanah, Saroh, dan M. Faiz Sholahudin. Sebagian telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sebagian lain masih menjalani observasi di rumah sakit.

Di Balik Evakuasi, Ada Keadilan yang Dicari

Sekitar pukul 04.00 WIB, kedua truk berhasil diangkat. Petugas kemudian membersihkan material yang tercecer sebelum arus lalu lintas dibuka kembali secara bertahap. Kanit Gakkum Satlantas Polres Brebes, Ipda Arenas Bayu Setyadi, mengatakan proses evakuasi telah selesai, namun penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

“Kasus kecelakaan ini masih kami selidiki dan dua truk yang terlibat kecelakaan sudah berhasil dievakuasi,” ujarnya.

Polisi tak tinggal diam. Bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, Satlantas menggelar ramp check terhadap kedua truk yang terlibat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kelayakan jalan kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kondisi teknis sebelum kecelakaan terjadi.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Brebes, Ipda Rizal, menjelaskan langkah ini penting untuk memastikan penyebab pasti. “Dari sini diharapkan kita bisa mengetahui kondisi kendaraan sebelum terjadinya kecelakaan. Sehingga nantinya dapat menemukan kesimpulan terkait penyebab kecelakaan,” katanya.

Saat ini, dugaan sementara mengarah pada rem blong yang dialami truk Mitsubishi Fuso R-1412-UA di turunan Flyover Kretek. Namun polisi masih terus mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa para pengemudi, dan menggelar olah tempat kejadian perkara.

Refleksi di Ujung Malam

Di tengah kehancuran dua truk dan delapan korban luka-luka, ada satu keputusan yang layak dicatat. Iwan Gunawan memilih mengorbankan kendaraannya—dan nyaris nyawanya—demi menyelamatkan pengendara lain yang tak bersalah. Keputusan yang diambil dalam hitungan detik itu mungkin tak tercatat dalam laporan resmi polisi. Namun bagi mereka yang selamat dari kecelakaan susulan, bagi keluarga yang masih bisa memeluk anggota keluarganya, keputusan itu adalah perbedaan antara hidup dan mati.

Saat jalur nasional kembali terbuka dan kendaraan mulai melintas lagi, Flyover Kretek kembali sunyi. Namun di balik sunyi itu, ada pertanyaan yang menggantung: apakah kecelakaan ini bisa dicegah? Jawabannya masih tersimpan dalam berkas penyelidikan dan hasil ramp check yang sedang dikerjakan.

Namun satu hal yang pasti: ketika Iwan memilih membanting stir ke kiri, ia tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri. Ia menyelamatkan banyak nyawa yang tak sempat ia kenali. (*)

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso