BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Gedung Hogwan Akhirnya Dibongkar, Dua Pekan Usai Ambruk Tewaskan Tiga Orang

BREBES, Warta Brebes – Sisa bangunan Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, akhirnya dibongkar, Jumat (11/9/2026).

Pembongkaran dilakukan sekitar dua pekan setelah bagian depan bangunan tua tersebut ambruk. Material bangunan menimpa rumah warga dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Petugas menggunakan alat berat untuk merobohkan bagian bangunan yang masih berdiri dan menghadap ke jalan serta permukiman warga. Puluhan warga terlihat menyaksikan proses pembongkaran dari sekitar lokasi.

Gedung Hogwan Dibongkar demi Keselamatan Warga

Pembongkaran dilakukan sebagai langkah pengamanan. Sebab, masih terdapat bagian bangunan yang dinilai berpotensi runtuh dan membahayakan warga.

Posisi sisa bangunan juga berada cukup dekat dengan akses jalan dan permukiman. Kondisi tersebut membuat keberadaan dinding yang masih berdiri menjadi perhatian.

Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan pembongkaran diperlukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman.

“Pembongkaran ini dilakukan untuk mengamankan lokasi. Masih ada bagian bangunan yang membahayakan, terutama karena posisinya berdekatan dengan jalan dan permukiman warga,” kata Sri Hartanti, yang akrab disapa Tanti.

Menurut Tanti, rencana awal penanganan sebenarnya tidak membongkar seluruh dinding. Sebagian dinding Gedung Hogwan direncanakan tetap berdiri sekitar empat meter.

Namun, rencana tersebut kembali disesuaikan setelah warga menyampaikan aspirasi agar seluruh dinding dirubuhkan demi alasan keamanan.

“Ada aspirasi dari warga, sehingga nanti kita akan lakukan penyesuaian penanganan,” jelas Tanti.

Warga Berkerumun Saksikan Bangunan Bersejarah Runtuh

Pembongkaran Gedung Hogwan mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat. Puluhan warga datang dan menyaksikan proses tersebut dari sekitar lokasi.

Selain berada di tengah permukiman, Gedung Hogwan selama ini dikenal sebagai salah satu bangunan tua yang menjadi bagian dari sejarah aktivitas industri di Bumiayu.

Warga mengenal bangunan tersebut sebagai bagian dari bekas pabrik tapioka. Keberadaannya selama bertahun-tahun menjadi salah satu jejak perkembangan kawasan Bumiayu pada masa lalu.

Karena itu, pembongkaran Gedung Hogwan tidak hanya menjadi persoalan keselamatan. Sebagian warga juga mengaku merasakan kehilangan karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah.

Petugas Jaga Lokasi, Warga Diminta Menjauh

Pengamanan dilakukan selama proses pembongkaran berlangsung. Sejumlah petugas TNI dan Polri bersama Trantib Kecamatan Bumiayu berada di sekitar lokasi.

Petugas mengantisipasi warga mendekati area bangunan yang sedang dibongkar. Kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak stabil dinilai berisiko apabila warga berada terlalu dekat.

Kasi Trantib Kecamatan Bumiayu Aang Khunaefi mengatakan tingginya animo masyarakat membuat pengamanan perlu dilakukan.

“Kami berkoordinasi untuk turut serta mengamankan agar masyarakat tidak terlalu dekat. Karena kondisi bangunan sudah tua, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucap Aang.

Warga Lega, tetapi Mengaku Kehilangan

Salah seorang warga yang menyaksikan pembongkaran, Dedi, mengaku lega karena penanganan sisa bangunan akhirnya terlaksana.

Menurut dia, keberadaan material dan kondisi bangunan pascakejadian sempat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Karena sudah cukup lama, sepekan sejak kejadian, dan dampaknya akses masyarakat ikut terganggu karena material menutup badan jalan,” kata Dedi.

Namun, sebagai warga Bumiayu, Dedi mengaku tetap merasa kehilangan. Menurutnya, Gedung Hogwan merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai historis bagi kawasan tersebut.

Meski demikian, dia menilai pembongkaran menjadi pilihan tepat apabila kondisi bangunan sudah membahayakan keselamatan masyarakat.

“Memang ada rasa kehilangan karena ini bagian dari sejarah Bumiayu. Tapi kalau kondisinya sudah membahayakan, saya kira pembongkaran ini memang harus dilakukan,” katanya.

Sebelumnya Ambruk dan Tewaskan Tiga Orang

Sebelumnya, bagian depan Gedung Hogwan ambruk pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Material bangunan yang roboh menimpa sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Setelah tragedi tersebut, kondisi sisa bangunan menjadi perhatian karena masih berada di dekat jalan dan permukiman warga.

Pembongkaran akhirnya dilakukan untuk menghilangkan potensi bahaya dari struktur bangunan yang masih tersisa.

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso