PEMALANG,Warta Brebes – Warga sempat dibuat demam emas.
Butiran dan benda kuning yang disebut-sebut emas di bantaran Kali Comal Pemalang bikin warga berbondong-bondong datang ke Desa Klangdepok, Kecamatan Bodeh.
Pasir dikeruk. Wadah pendulang dibawa. Harapan menemukan “harta karun” pun ikut dibawa.
Tapi kabar manis itu akhirnya kena banting oleh penjelasan teknis.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah memastikan lokasi tersebut tidak memiliki potensi endapan emas secara alamiah.
ESDM Turun Mengecek Lokasi yang Bikin Geger
Kepastian tersebut disampaikan Supriyadi, ST., dari Cabang Dinas ESDM Wilayah Slamet Utara, Jawa Tengah, saat memberikan keterangan di Balai Desa Klangdepok, Jumat (11/9/2026).
Sebelumnya, Supriyadi bersama tim telah meninjau langsung lokasi yang sempat dipadati warga.
Pengecekan tersebut didampingi perangkat Desa Klangdepok, anggota Koramil Bodeh, Kapolsek Bodeh, serta petugas Trantib Kecamatan Bodeh.
Hasilnya, secara geologi kawasan tersebut berada pada formasi alluvium.
Formasi ini tersusun dari material seperti pasir, kerikil, kerakal, dan lumpur yang merupakan endapan sungai.
Menurut kajian geologi, kemungkinan munculnya endapan emas alamiah di lokasi tersebut sangat kecil. Sebab, tidak terdapat sumber potensi mineral emas di kawasan sekitarnya.
Kalau Ada Emas, ESDM Bilang Bukan Bentukan Alam
Lalu bagaimana dengan benda kuning yang ditemukan warga?
Menurut Supriyadi, jika memang ditemukan emas atau perhiasan di lokasi tersebut, benda itu kemungkinan bukan hasil proses geologi.
Benda tersebut bisa saja merupakan barang milik manusia yang sebelumnya tercebur, terbawa arus, kemudian tertimbun material sungai.
“Jika ditemukan emas atau perhiasan, itu kemungkinan besar merupakan sisa-sisa hasil evakuasi kegiatan banjir atau aktivitas manusia lainnya yang terbawa arus dan terdampar di sana. Bukan bentukan alam,” jelas Supriyadi, ST.
Dengan kata lain, menemukan benda berwarna kuning di sungai tidak otomatis berarti menemukan sumber emas.
Bisa saja benda tersebut merupakan perhiasan yang hilang, terbawa banjir, atau benda lain yang kemudian terkikis dan tertimbun endapan sungai.
Isu Gelang Puluhan Juta Bikin Warga Ikut Mendulang
Sebelumnya, kabar soal emas di Kali Comal menyebar dengan cepat.
Isunya pun terdengar menggiurkan.
Konon, seorang penambang pasir lokal menemukan perhiasan emas. Bahkan, benda tersebut disebut bisa dijual hingga puluhan juta rupiah.
Cerita itu kemudian membuat warga dari luar desa ikut berdatangan.
Sejak pagi hingga sore, bantaran Kali Comal ramai oleh orang yang mencoba mencari material kuning tersebut.
“Awalnya ada yang mengambil pasir lalu menyenggol gelang emas. Katanya setelah dijual di Pasar Comal bisa tembus puluhan juta rupiah. Isu itu langsung menyebar, sampai warga luar desa berdatangan dari pagi sampai sore membawa wadah pendulang,” ujar seorang warga.
Belum Terbukti Emas, Keburu Bikin Sungai Dikeruk
Masalahnya, kabar tersebut menyebar jauh lebih cepat daripada proses pembuktiannya.
Warga sudah ramai mendulang sebelum ada kepastian bahwa material yang ditemukan benar-benar emas alamiah.
Kepala Desa Klangdepok Syamsul Huda sebelumnya juga telah membantah kabar tersebut.
Menurut Syamsul, hasil pengecekan bersama unsur Koramil, Polsek, dan Satpol PP tidak menemukan kandungan emas di aliran Kali Comal wilayah Desa Klangdepok.
“Hasil investigasi dan pengecekan langsung di lapangan bersama unsur Koramil, Polsek, dan Satpol PP memastikan tidak ada kandungan emas di aliran Sungai Comal wilayah Desa Klangdepok. Informasi yang beredar dan viral di media sosial itu tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Syamsul, Kamis (10/9/2026).
ESDM Minta Warga Jangan Ikut-ikutan
Supriyadi mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum memiliki dasar teknis.
Terutama informasi yang beredar cepat melalui media sosial.
Masyarakat diminta mengacu pada hasil kajian instansi berwenang sebelum mengambil tindakan.
Apalagi sampai melakukan penggalian atau penambangan di bantaran sungai.
Saat tim melakukan pengecekan pada Jumat (11/9/2026), aktivitas warga yang sebelumnya berburu material kuning sudah tidak terlihat.
Jangan Sampai Demam Emas Malah Bikin Sungai Babak Belur
Pemerintah Desa Klangdepok dan aparat keamanan diminta tetap menjaga ketertiban di lokasi.
Warga juga diminta menghentikan aktivitas pendulangan maupun penggalian.
Selain berpotensi merusak bantaran dan aliran sungai, aktivitas tersebut juga bisa membahayakan keselamatan warga.
Jadi, untuk urusan emas Kali Comal Pemalang, kesimpulan teknisnya sudah terang.
Yang viral memang kabar emas. Yang ditemukan ESDM justru bukan sumber emas.
Kalau masih penasaran, jangan keruk sungainya. Tunggu bukti ilmiahnya.

























