BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Bumi Brebes Merengkah: 17 Kecamatan Siaga Kekeringan, BPBD Catat 175 Ribu Hektare Terancam

BREBES, Warta Brebes — Debu beterbangan di jalanan selatan Brebes. Daun-daun menggulung, menguning sebelum waktunya. Di Bantarkawung, para petani hanya bisa terdiam. Mereka memandangi sawah yang mulai retak seperti pecahan kaca tua. Langit biru tanpa awan. Matahari menyengat tanpa ampun.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso, membenarkan bahwa ancaman ini bukan sekadar musim kemarau biasa.

Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Brebes Tahun 2025–2029, total luas wilayah yang masuk potensi bahaya kekeringan mencapai 175.904,57 hektare.

Wibowo Budi Santoso — “Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan seluruh kecamatan berada dalam kelas bahaya kekeringan kategori sedang. Ini peta jalan bagi kami untuk bertindak.”

Angka itu berarti tidak ada satu jengkal pun dari 17 kecamatan yang benar-benar aman. Dari utara ke selatan, dari pesisir hingga lereng, tanah-tanah di sana seperti makhluk hidup yang mulai kehilangan nafas.

Luas Potensi Bahaya per Kecamatan

NoKecamatanLuas (Hektare)
1Banjarharjo15.841,34
2Bantarkawung20.487,78
3Brebes8.749,71
4Bulakamba11.770,13
5Bumiayu8.057,28
6Jatibarang3.633,02
7Kersana2.755,14
8Ketanggungan15.576,43
9Larangan15.817,74
10Losari8.343,59
11Paguyangan10.654,54
12Salem16.847,37
13Sirampog7.452,37
14Songgom5.299,14
15Tanjung7.041,17
16Tonjong8.655,60
17Wanasari7.279,15

Sumber: KRB BPBD Kabupaten Brebes 2025–2029

Bantarkawung Paling Kritis, Kersana Paling Rendah

Jika memetakan penderitaan lewat angka, maka Bantarkawung berdiri di puncak. Dengan luas 20.487,78 hektare, kecamatan ini menjadi zona paling merana. Hamparan kebun dan tegalan di sana seperti makhluk hidup yang kehausan, menganga menunggu hujan.

Di belakangnya, menyusul Salem (16.847,37 ha), Banjarharjo (15.841,34 ha), Larangan (15.817,74 ha), dan Kecamatan Ketanggungan (15.576,43 ha).

Lima kecamatan ini membentuk lautan kering yang membentang dari barat ke timur.

Namun ada sisi lain. Kersana mencatat luas terkecil, hanya 2.755,14 hektare. Disusul Jatibarang (3.633,02 ha) dan Songgom (5.299,14 ha). Meski kecil, Wibowo menegaskan ketiganya tetap masuk zona bahaya.

“Kategori sedang tetap kategori sedang. Tidak ada tempat untuk benar-benar berlega hati,” ujarnya.

611.000 Liter dan Perjalanan Melawan Haus

Wibowo menceritakan, sejak 13 Juli hingga 7 September 2026, BPBD Brebes telah mendistribusikan sebanyak 611.000 liter air bersih.

Mobil tangki hilir-mudik menerabas jalan berbatu menuju desa-desa paling terisolir di wilayah selatan. Deru mesin dan gemericik air dari selang menjadi suara yang paling dinanti di tengah panas.

Wibowo Budi Santoso — “Rekapitulasi penanganan bencana krisis air per 7 September menunjukkan angka 611.000 liter. Ini masih berjalan. Mitigasi dan kesiapsiagaan harus digerakkan bersamaan, terutama untuk mengatur kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian.”

Dia bicara sambil menyorot peta di ruang kerjanya. Angka 175.904 hektare bukanlah sekadar statistik di atas kertas. Itu adalah luasnya daratan yang kini menghela napas panjang di bawah terik.

Waktu Terus Berdetak

Tujuh belas kecamatan dalam satu wilayah bahaya. Kekeringan Brebes.

Sawah mengering, sumur menurun debitnya, wajah-wajah menatap langit. 611.000 liter air yang sudah dikirim itu seperti setetes embun di tengah gurun. Masih jauh dari cukup, tetapi setidaknya ada gerakan. Ada roda yang berputar, ada upaya yang dijalankan.

Brebes kini menunggu. Menunggu hujan turun, atau menunggu lebih banyak tangki air melintasi jalanan berdebu. Di antara keduanya, waktu terus berdetak.

Penulis: Wasis Waseso | Editor: Wasis Waseso