BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

7 Bulan Jembatan Sitanggal Amblas, Warga Keluhkan Lambannya Penanganan Pemprov Jateng

BREBES, Warta Brebes – Kerusakan jembatan di ruas jalan provinsi Jatibarang–Ketanggungan, tepatnya di Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, belum juga mendapat penanganan permanen.

Jembatan tersebut mengalami amblas dengan penurunan permukaan jalan sekitar 30 sentimeter. Warga menyebut kerusakan sudah terjadi sejak sebelum Ramadan. Jika dihitung hingga 8 September 2026, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar enam hingga tujuh bulan.

Kerusakan membuat pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas. Kondisi paling rawan terjadi pada sepeda motor yang melintasi bagian jalan dengan permukaan turun secara tiba-tiba.

Arus Kendaraan Diberlakukan Buka Tutup

Untuk kendaraan berat, lajur di sisi utara jembatan menjadi jalur yang harus digunakan secara bergantian dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Arus lalu lintas di lokasi pun diberlakukan buka tutup untuk memberi ruang bagi kendaraan melintas.

Warga sekitar bahkan ikut membantu mengatur lalu lintas. Langkah tersebut dilakukan karena jembatan berada di ruas jalan provinsi yang cukup vital dan masih digunakan masyarakat setiap hari.

Jembatan Rusak Saat Jalur Nasional Diperbaiki

Kerusakan jembatan diketahui terjadi ketika banyak kendaraan bertonase besar melintas di ruas Jatibarang–Ketanggungan.

Saat itu, jalur nasional Ketanggungan–Purwokerto sedang menjalani perbaikan. Sebagian kendaraan kemudian menggunakan jalur provinsi sebagai jalur alternatif.

Perbaikan jalur nasional kini telah rampung. Kendaraan juga kembali menggunakan jalur tersebut. Namun, jembatan Sitanggal hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen.

Secara teknis, kerusakan jembatan disebut cukup serius. Bagian gelagar atau plat bawah jembatan dilaporkan mengalami patah sehingga penanganannya tidak cukup hanya dengan memperbaiki permukaan aspal.

Warga Sebut Sudah Ada Peninjauan

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah sebelumnya disebut telah meninjau kondisi jembatan.

Namun, warga menilai penanganan permanen belum juga dilakukan. Kondisi tersebut membuat kekhawatiran pengguna jalan terus berlanjut.

“Ini bahkan sudah beberapa kali memakan korban. Jembatan amblas dan juga penerangan minim di malam hari dan sering terjadi kecelakaan,” kata Untung, warga setempat, Selasa (8/9/2026).

Keluhan serupa disampaikan Kholidin, 42, pengendara yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Menurut dia, kondisi jembatan sangat berbahaya bagi pengendara yang belum mengetahui adanya penurunan permukaan jalan.

“Banyak yang sering jatuh, terutama pengendara sepeda motor. Ini karena amblasnya cukup dalam, ada 30 centimeter. Jadi kalau pengendara tidak tahu medan jalan ya sudah pasti celaka,” ujarnya.

Warga Menunggu Penanganan Konkret

Kholidin mengatakan warga dan pengguna jalan telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah. Keluhan juga disampaikan melalui media sosial.

Namun, menurut dia, warga masih menunggu penanganan konkret di lapangan.

“Sudah lama disurvei sama pegawai PU, tapi sampai sekarang sama sekali tidak ada penanganan. Lamban, lelet sekali,” tandasnya.

Warga berharap Pemprov Jawa Tengah segera menangani kerusakan tersebut. Selain memperbaiki konstruksi jembatan, pengaturan kendaraan bertonase besar juga dinilai perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin parah.

Jalur Penting Penghubung Antarwilayah

Jembatan Sitanggal merupakan bagian dari ruas jalan provinsi yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes.

Jika kerusakan terus dibiarkan, warga khawatir kondisi jembatan semakin membahayakan pengguna jalan. Gangguan terhadap kelancaran lalu lintas juga berpotensi terjadi apabila kerusakan semakin parah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan belum memberikan tanggapan mengenai penanganan jembatan tersebut.

Hingga 8 September 2026, warga masih menantikan langkah perbaikan permanen terhadap jembatan yang telah mengalami kerusakan selama berbulan-bulan itu.

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso