BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Rakerda I PDKM DMI Brebes Teguhkan Peran Muballighah: Dari Mimbar Menuju Pemberdayaan Umat

BREBES, Warta Brebes — Pimpinan Daerah Korps Muballighah Dewan Masjid Indonesia (PDKM DMI) Kabupaten Brebes menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I sebagai forum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis program kerja Korps Muballighah DMI Kabupaten Brebes masa khidmat 2026–2031.

Rakerda menjadi momentum penting untuk memperkuat peran muballighah dalam menghadirkan dakwah yang relevan, adaptif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rakerda I tersebut dipimpin oleh Hj. Ismatul Maula, Lc., M.Si., M.Pd.I. dan dibuka oleh K.H. Ahmad Sururi, M.Pd. dari Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Sementara itu, PDKM DMI Kabupaten Brebes periode 2026–2031 diketuai oleh Dra. Hj. Aqilatul Munawaroh, M.Pd. Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat Korps Muballighah Dewan Masjid Indonesia Nomor 009/SK/PPKM-DMI/II/2026 tentang Penetapan Pengurus Pimpinan Daerah Korps Muballighah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Brebes periode 2026–2031.

Dalam sambutannya, Ketua PDKM DMI Kabupaten Brebes, Dra. Hj. Aqilatul Munawaroh, M.Pd., menegaskan pentingnya memperkuat peran muballighah dalam memakmurkan masjid.

Menurutnya, muballighah memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan keluarga, jamaah perempuan, anak-anak, generasi muda, serta masyarakat di lingkungan masjid.

“Muballighah tidak cukup hanya hadir untuk menyampaikan ceramah, tetapi harus mampu menjadi penggerak agar masjid semakin hidup, dekat dengan masyarakat, dan memberikan manfaat bagi jamaah. Karena itu, kita ingin membangun peran muballighah yang tidak hanya kuat dalam dakwah, tetapi juga mampu mendampingi, memberdayakan, dan menggerakkan masyarakat, Perempuan bukan hanya sebagai jamaah atau penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku dan penggerak kegiatan kemasjidan” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pembukaan Rakerda, K.H. Ahmad Sururi, M.Pd. menekankan pentingnya perubahan orientasi dakwah agar tidak berhenti pada aktivitas penyampaian pesan keagamaan.

Dakwah, menurutnya, perlu hadir sebagai ikhtiar nyata untuk menguatkan keluarga, membangun kepedulian sosial, memberdayakan masyarakat, serta menghadirkan kemaslahatan.

“Dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan agama dari mimbar ke mimbar. Dakwah adalah ikhtiar menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata,” demikian gagasan Ahmad Sururi mengenai arah dakwah Korps

Muballighah DMI Brebes.
Arah tersebut kemudian diterjemahkan dalam rancangan program kerja PDKM DMI Kabupaten Brebes masa khidmat 2026–2031.

Draft program kerja memuat enam bidang strategis, yaitu:

  1. Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat;
  2. Pendidikan dan Pelatihan Dakwah;
  3. Kelembagaan dan Organisasi;
  4. Hubungan Masyarakat dan Sosial;
  5. Hukum dan Advokasi; serta
  6. Pengembangan Ekonomi Umat.

Di samping itu, dalam kesempatan tersebut dirancang sejumlah program seperti Masjid Sehat Keluarga Sakinah, Duta Masjid Ramah Anak dan Perempuan. Diklat Intensif Muballighah, Sertifikasi dan Uji Kompetensi Muballighah, Terbentuknya Korwil Kecamatan di 17 kecamatan, Pendataan digital seluruh muballighah. Kerja sama lintas lembaga, Media Center Muballighah. Sosialisasi hukum, Pelatihan Digital Marketing, dan beberapa program lainnya.

Melalui Rakerda I, PDKM DMI Kabupaten Brebes meneguhkan komitmen untuk membangun dakwah yang tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi turut menghadirkan perubahan.

Dari mimbar menuju pemberdayaan, dari ceramah menuju pendampingan, dan dari kegiatan menuju gerakan—dengan muballighah sebagai bagian penting dalam menghidupkan masjid, menguatkan keluarga, memberdayakan umat, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Brebes.

Penulis: Bahrul Ulum | Editor: Wasis Waseso