BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Warga Cikeusal Patungan Perbaiki Tanggul Sungai Babakan yang Jebol, BBWS Kemana?

BREBES, Warta Brebes – Di Dusun Babakan, Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, ada satu suara yang paling sering terdengar belakangan ini: suara ketukan pintu. Bukan ketukan petugas, bukan ketukan pejabat. Ketukan itu datang dari tetangga sendiri—warga yang mengetuk dari rumah ke rumah, meminta iuran sukarela demi memperbaiki tanggul Sungai Babakan jebol.

Rabu (16/9/2026), warga bergotong royong memperbaiki tanggul yang tak kuat menahan debit dan arus sungai pada musim hujan beberapa waktu lalu. Mereka tidak menunggu datangnya bantuan. Mereka memutuskan mengulurkan tangan sendiri.

Tanggul Sungai Babakan Jebol, Warga Ambil Alih

Kepala Desa Cikeusal Lor, Irwan Susandhi, mengatakan perbaikan tanggul Sungai Babakan jebol itu murni dilakukan secara swadaya. Warga tidak tinggal diam ketika tanggul di Dusun Babakan tak kunjung ditangani pemerintah.

“Ini murni swadaya dari masyarakat untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Karena sampai sekarang belum ada penanganan dari pemerintah. Ini juga sambil menunggu anggaran yang katanya Rp270 miliar untuk normalisasi Sungai Babakan tapi tak kunjung tiba,”  terang Irwan Susandhi, Kepala Desa Cikeusal Lor

Menurutnya, warga khawatir jika tanggul Sungai Babakan jebol tak segera diperbaiki, banjir besar akan merendam permukiman. Apalagi, musim hujan sudah di depan mata.

“Kita lakukan normalisasi secara bertahap dan pembuatan penahan tanggul sungai, semuanya swadaya,” ungkapnya.

Dari Rumah ke Rumah, Demi Sewa Alat Berat

Warga setempat, Toto Satrio, menuturkan bahwa perbaikan tanggul Sungai Babakan jebol dilakukan setelah kondisi tanggul dinilai benar-benar membutuhkan penanganan. Warga tidak ingin persoalan yang sama terulang saat hujan datang.

“Warga bahkan mengumpulkan dana dari rumah ke rumah untuk membiayai perbaikan tanggul tersebut. Setelah tanggul selesai diperbaiki, warga juga berencana melakukan normalisasi Sungai Babakan secara bertahap,” kata Toto Satrio, warga Cikeusal Lor

Ia menjelaskan, kondisi Sungai Babakan terbilang kontras. Saat musim hujan, debit air meningkat dan menyebabkan banjir. Sebaliknya, saat kemarau, aliran sungai justru mengering seperti yang terjadi sekarang.

“Sebelum musim penghujan datang akhirnya kami berinisiatif melakukan penarikan uang ke warga, untuk pembayaran sewa alat berat dan lainnya. Agar bisa melaksanakan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai.”

Menanti Rp270 Miliar yang Tak Kunjung Tiba

Perbaikan tanggul Sungai Babakan jebol ini sejatinya adalah bayangan dari janji yang belum ditunaikan. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, pada Selasa (25/8) silam menyatakan bahwa penanganan banjir di Kecamatan Ketanggungan sudah berjalan. Pemerintah pusat, katanya, telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp270 miliar untuk penanganan yang dilakukan secara bertahap hingga 2028.

Penanganan itu dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis).

“Bapak ibu sekalian, penanganan banjir sudah berlangsung, dan penanganan dilakukan oleh pemerintah pusat. Dan untuk penanganannya dilakukan secara bertahap hingga 2028 mendatang.”

Paramitha Widya Kusuma, Bupati Brebes

Namun di Dusun Babakan, janji itu masih berupa angka. Sementara air sungai terus mengalir, dan tanggul terus menganga.

Harapan yang Belum Selesai

Warga berharap kondisi Sungai Babakan mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun BBWS. Terutama untuk penanganan tanggul Sungai Babakan jebol dan normalisasi sungai secara permanen.

“Warga menilai penanganan secara permanen diperlukan agar persoalan tanggul jebol dan ancaman banjir tidak terus berulang setiap memasuki musim penghujan.”

Toto Satrio, warga Cikeusal Lor

Di tengah ketidakpastian itu, warga Cikeusal Lor memilih satu jalan: bergerak sendiri. Bukan karena mereka tak percaya pada pemerintah, tetapi karena musim hujan tak bisa ditawar. Dan tanggul yang jebol, seperti janji yang tertunda, hanya bisa diselamatkan oleh mereka yang benar-benar peduli.

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso