JAKARTA, Warta Brebes– PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan signifikan pada program Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel). Per Maret 2026, jumlah rekening SimPel Bank Mandiri melonjak 12 persen year-on-year (yoy), mencapai 966.000 rekening. Pertumbuhan positif ini menunjukkan kesuksesan strategi inklusi keuangan yang dijalankan perseroan.
Total saldo dari tabungan SimPel ini telah menyentuh angka Rp354 miliar. Rata-rata saldo per rekening tercatat sebesar Rp366.000, mengindikasikan partisipasi aktif para pelajar dalam menabung.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa keberhasilan program SimPel didukung oleh konektivitasnya dengan program literasi keuangan yang aplikatif. Jaringan sekolah mitra di berbagai wilayah Indonesia, ditambah pendekatan berbasis riset, memastikan setiap inisiatif berjalan relevan, terukur, dan berkelanjutan.
"Literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing," ujar Adhika Vista dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (4/5/2026). "Melalui tabungan SimPel, perseroan tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial secara berkelanjutan."
Bank Mandiri menjangkau pelajar dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas. Mayoritas nasabah SimPel berasal dari jenjang SMA, dengan proporsi mencapai 64 persen.
Jangkauan Luas, Jawa Timur Kontributor Terbesar
Secara geografis, Provinsi Jawa Timur menjadi kontributor terbesar dalam jumlah rekening SimPel. Hal ini menandakan luasnya jangkauan dan dampak positif program literasi keuangan yang dijalankan Bank Mandiri di berbagai daerah di Indonesia.
"Literasi keuangan harus hadir bersama akses nyata. Melalui Mandiri tabungan SimPel, kami tidak hanya membuka rekening, kami membangun orientasi masa depan generasi penerus bangsa," tegas Adhika Vista.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri berkomitmen memastikan setiap akses keuangan diiringi dengan peningkatan literasi. Sepanjang tahun 2025, perseroan telah sukses menyelenggarakan program literasi keuangan di Universitas Musamus, Merauke, dan Universitas Negeri Gorontalo, yang berhasil menjangkau lebih dari 1.000 mahasiswa.
Lebih lanjut, program "Mandirian Mengajar" pada tahun 2026 telah menjangkau hampir 10.000 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Program ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman finansial peserta hingga 47 persen, menggarisbawahi efektivitas pendekatan edukasi yang konsisten dan berbasis pengukuran.
Dukungan Komprehensif untuk Pendidikan
Bank Mandiri tidak hanya berfokus pada literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga memberikan dukungan nyata pada infrastruktur pendidikan. Perseroan telah merenovasi 27 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, meliputi perbaikan sarana dasar seperti atap, lantai, dinding, pengecatan ruang kelas dan fasilitas umum, perbaikan sanitasi, hingga penyempurnaan fasilitas belajar seperti papan tulis, meja, dan kursi.
Inisiatif lain yang memperkuat kontribusi Bank Mandiri meliputi:
- Kehadiran Pojok Baca di 27 sekolah untuk mendorong minat literasi sejak dini.
- Penyaluran 267 beasiswa bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.
- Distribusi perlengkapan sekolah bagi para pelajar.
Dalam periode Desember 2025 hingga Maret 2026, Bank Mandiri telah mendistribusikan lebih dari 26.000 paket tas sekolah. Distribusi ini mencakup wilayah terdampak bencana di Sumatera, program Ramadan 2026, serta cakupan wilayah operasional Bank Mandiri di Bali dan Nusa Tenggara.
Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, perseroan menargetkan penyaluran lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region. Upaya ini memperluas dampak dukungan terhadap kesiapan belajar siswa di berbagai daerah.
Adhika Vista menekankan bahwa bagi Bank Mandiri, setiap rekening pertama adalah awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang lebih terarah, mandiri, dan berkelanjutan bagi para pelajar. Program Tabungan SimPel Mandiri terus membuka pintu kesempatan.











