Marak Pengemis Mangkal di Tiap Simpang Perkotaan Brebes, Gadis Kecil Jadi Peminta-minta

BREBES – Sejumlah titik lampu merah di Brebes dipenuhi pengemis. Mereka beraksi setiap lampu lalu lintas menyala merah. Pengemis mendatangi pengendara sepeda motor dan mobil. Mirisnya, ada anak kecil ikut mengemis.

Senin siang (11/5/2026), gadis kecil terlihat di simpang Gedung Nasional. Ia meminta-minta dengan polos. Tangannya ditengadahkan kepada setiap pengendara.

Di simpang Islamic Center Brebes, seorang ibu paruh baya beraksi. Ia mengenakan daster dan topi petani. Masker menutupi wajahnya. Gelas plastik ia sodorkan kepada pengendara.

Jalan Proklamasi menuju Kantor Pemkab Brebes juga ramai. Seorang badut mangkal di sana. Ia membawa kaleng bekas biskuit. Pengemis badut menghampiri setiap pengendara berhenti.

Simpang Alun-alun Brebes juga tak luput. Pria paruh baya berkursi roda terlihat meminta-minta. Ia membawa kantong plastik. Kadang ia menyanyikan lagu religi dengan speaker. Dua remaja berkostum kartun juga sering terlihat.

Pengendara resah dengan maraknya pengemis. Mereka berharap persimpangan steril dari gelandangan. “Tiap berhenti di lampu merah, pasti ada yang minta-minta,” kata Hasim. “Di Simpang Gedung Nasional malah sering ada gadis kecil,” tambahnya.

Nur Aini juga mengaku resah. Pengemis mangkal setiap hari di jalan protokol. Keberadaan mereka mengganggu pengendara. “Tiap hari pasti ada yang mangkal,” ujarnya. “Orangnya itu itu saja,” keluhnya.

Kepala Satpol PP Brebes, Caridah angkat bicara. Pihaknya rutin menggelar patroli. Petugas mengamankan para pengemis tersebut. Setelah razia, persimpangan sempat steril. Namun, pekan berikutnya mereka kembali mangkal. “Nanti Satpol PP patroli lagi,” ungkapnya.

Bagikan: