BREBES, Warta Brebes — Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) non-muslim di Brebes jadi petugas bus pemulangan haji. Mereka membantu jemaah haji asal Brebes dari Solo kembali ke kampung halaman.
Asriani Puspita Dewi dan Giarto bertugas sebagai pemandu bus. Keduanya merupakan Penyuluh Agama di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Brebes.
Ini pengalaman pertama bagi Giarto menjadi petugas bus haji. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. Sebelumnya, ia hanya melihat penyelenggaraan haji di media sosial. Kini, ia menjadi bagian dari petugas penjemputan.
Pengalaman Berharga Menjadi Petugas Haji
Giarto menuturkan, ia melihat langsung bagaimana pemerintah menyelenggarakan ibadah haji. Di media sosial, ia sering membaca keluhan tentang pelayanan haji.
Namun, setelah terlibat langsung, ia melihat perlunya kesabaran ekstra. Jemaah haji memiliki beragam karakter.
Pengalaman saat di rest area menjadi contohnya. Ia memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal saat bus akan melanjutkan perjalanan.
Peran mereka sangat penting untuk kelancaran pemulangan. Kisah ini menunjukkan toleransi dan sinergi di Brebes. ASN non-muslim turut berkontribusi dalam momen sakral ini.







