NEW YORK, Warta Brebes– Tim nasional Brasil memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Maroko dalam laga pembuka Grup C. Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion MetLife pada Minggu (17/6). Duel ini tidak hanya menjadi awal perjalanan Selecao di turnamen akbar, tetapi juga menandai era baru di bawah kepemimpinan pelatih asing pertama mereka, Carlo Ancelotti.
Brasil mengusung misi ambisius untuk mengakhiri dahaga gelar juara Piala Dunia yang telah berlangsung selama 24 tahun, sejak terakhir kali mereka meraih trofi pada tahun 2002. Meskipun memegang rekor lima kali juara dunia dan menjadi satu-satunya tim yang selalu berpartisipasi sejak edisi 1930, Selecao bertekad untuk kembali ke podium tertinggi.
Perjalanan Brasil menuju Piala Dunia 2026 tidaklah mulus. Mereka sempat tertahan di peringkat kelima kualifikasi zona CONMEBOL. Namun, performa mereka menunjukkan peningkatan signifikan dengan meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga-laga terakhir menjelang turnamen.
Maroko: Sang Kuda Hitam yang Menantang
Di sisi lain, Maroko hadir sebagai lawan yang patut diwaspadai. Singa Atlas mencetak sejarah di Piala Dunia 2022 sebagai negara Afrika pertama yang berhasil menembus babak semifinal. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk menghadapi tim sekelas Brasil.
Setelah menjuarai Piala Afrika 2025, Maroko terus menjaga momentum positif di bawah asuhan pelatih Mohamed Ouahbi, yang menggantikan Walid Regragui sebelum turnamen.
Ouahbi menyatakan optimisme tinggi meski timnya langsung berhadapan dengan salah satu kandidat juara.
“Kami menghormati warisan dan sejarah Brasil, tetapi kami percaya pada kemampuan kami,” ujar Ouahbi dikutip dari Marca.
Ia menegaskan bahwa Maroko tidak hanya datang untuk berpartisipasi. “Tim nasional Maroko tidak datang ke Piala Dunia 2026 hanya untuk berpartisipasi, tetapi dengan tujuan meraih hasil positif,” tegasnya.
Ancelotti Beri Dampak Positif pada Skuat Brasil
Penjaga gawang utama Brasil, Alisson Becker, mengakui dampak positif kehadiran Carlo Ancelotti dalam tim. “Sejak kedatangan Ancelotti, suasana telah berubah. Ia memiliki kehadiran yang kuat dan memberi kami ketenangan dalam lingkungan yang fokus bekerja tanpa kontroversi,” tutur Alisson seperti dikutip dari Goal.
Alisson menambahkan bahwa rekam jejak dan kepribadian Ancelotti berperan besar dalam memulihkan mentalitas bertarung tim. “Ia tangguh, rendah hati, dan cerdas dalam memilih kata yang tepat pada waktu yang tepat. Ia manajer yang hebat,” puji Alisson.
Dalam persiapan terakhirnya, Carlo Ancelotti melakukan perubahan komposisi pemain. Ederson dipanggil untuk menggantikan Wesley Franca yang mengalami cedera otot paha kiri.
Brasil juga telah melakoni laga uji coba pemanasan melawan Mesir dan berhasil menang dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan Brasil dicetak oleh Bruno Guimaraes dan penyerang muda berbakat Endrick Felipe.
Laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Maroko diprediksi akan berlangsung sengit. Kedua tim memiliki ambisi besar untuk memulai turnamen dengan kemenangan.
Dengan kehadiran Carlo Ancelotti, Brasil optimis mampu meraih hasil maksimal dan kembali mengangkat trofi Piala Dunia 2026.





















