JAKARTA, Warta Brebes– PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) melaporkan lonjakan kinerja finansial yang impresif pada kuartal I 2026. Perseroan mencatat kenaikan laba bersih periode berjalan sebesar Rp1,60 miliar per 31 Maret 2026, melesat 78,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp896,56 juta.
Pertumbuhan laba yang signifikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan yang fantastis. Penjualan NPGF sepanjang kuartal I 2026 mencapai Rp85,25 miliar, melonjak 109,8% dari Rp40,63 miliar pada kuartal I 2025. Kenaikan ini menandai momentum positif bagi perusahaan pengolahan pupuk ini.
NPK Granul Jadi Motor Penggerak Pendapatan NPGF
Kontributor utama lonjakan pendapatan NPGF berasal dari produk NPK Granul. Produk ini membukukan nilai penjualan sebesar Rp81,88 miliar. Produk NPK Briket menyusul dengan penjualan Rp2,69 miliar, produk Mikro Rp584,73 juta, dan pendapatan lain-lain senilai Rp100,82 juta. Dominasi NPK Granul menegaskan posisinya sebagai produk unggulan perusahaan.
"Kami sangat optimis dengan pencapaian kuartal pertama ini. Permintaan NPK Granul yang tinggi menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk kami," ujar Direktur Utama NPGF, [Nama Direktur Utama], dalam keterangan resmi yang dirilis Senin (15/6/2026).
Seiring dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan NPGF juga terkerek naik menjadi Rp64,27 miliar, dari sebelumnya Rp29,89 miliar di tahun 2025. Namun, kenaikan ini tidak mengurangi performa laba bruto. Laba bruto NPGF tumbuh kuat hampir dua kali lipat, mencapai Rp20,98 miliar dibandingkan Rp10,74 miliar pada tahun lalu.
Dalam operasionalnya, NPGF mengalokasikan beban pemasaran dan penjualan sebesar Rp8,62 miliar, meningkat dari Rp2,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Manajemen berhasil menekan beban umum dan administrasi menjadi Rp4,15 miliar, sedikit turun dari Rp4,48 miliar di tahun 2025.
Laba Usaha NPGF Melonjak 143,8% di Kuartal I 2026
Laba usaha NPGF terdongkrak menjadi Rp8,20 miliar pada kuartal I 2026. Realisasi ini tumbuh signifikan 143,8% dari Rp3,36 miliar pada kuartal I 2025. Pertumbuhan laba bersih sedikit tertahan oleh kenaikan beban keuangan yang mencapai Rp5,60 miliar, naik dari Rp2,05 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, fundamental NPGF menunjukkan penguatan. Total aset Perseroan per 31 Maret 2026 mencapai Rp438 miliar, tumbuh 19,48% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp366,58 miliar. Peningkatan aset ini diikuti oleh kenaikan jumlah liabilitas menjadi Rp197,37 miliar dari sebelumnya Rp127,55 miliar. Total ekuitas Perseroan tercatat meningkat tipis menjadi Rp240,62 miliar per akhir Maret 2026, dari Rp239,02 miliar pada akhir Desember 2025.
NPGF mengandalkan lini bisnis pengolahan pupuk buatan majemuk hara makro primer sebagai motor utama bisnisnya. Perusahaan yang berbasis di Gresik, Jawa Timur ini terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasionalnya.
Pencapaian positif di kuartal I 2026 memberikan sinyal kuat akan prospek cerah bagi NPGF di tahun mendatang. Kenaikan signifikan pada penjualan NPK Granul dan laba bersih diharapkan dapat terus dipertahankan melalui inovasi produk dan strategi pemasaran yang efektif.





















