PEMALANG, Warta Brebes– Seorang bocah berusia enam tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Comal di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026) siang. Hingga Sabtu sore, pencarian bocah tenggelam di sungai Comal masih berlangsung di sepanjang aliran sungai.
Korban tenggelam di Sungai Comal diketahui bernama Hafiz Riszky Alwafi (6), warga Perum Balai Agung, Kelurahan Mengori, Kecamatan Pemalang.
Peristiwa tersebut terjadi di sisi timur Jembatan Comal dan langsung memicu operasi pencarian oleh sejumlah unsur gabungan.
BPBD Pemalang Terima Laporan Pukul 11.15 WIB
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai insiden tersebut sekitar pukul 11.15 WIB.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
“Laporan masuk ke Pusdalops pukul 11.15 WIB. Tim SAR langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian,” kata Agus, Sabtu (13/6/2026).
Korban Sempat Melambaikan Tangan Minta Tolong
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, korban sempat terlihat berjuang melawan derasnya arus Sungai Comal.
Bahkan, bocah tersebut sempat melambaikan tangan ke arah permukaan sebagai tanda meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan.
“Saksi melihat korban tenggelam terseret arus dan sempat melambaikan tangan. Saat kejadian, korban diketahui mengenakan pakaian berwarna hijau,” ujar Agus.
Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Comal
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD Kabupaten Pemalang, PMI Kabupaten Pemalang, Personel Polsek Comal
Relawan dan warga setempat.
Mereka memusatkan pencarian dengan melakukan penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu karet bermesin.
Hingga sore hari, timgabungan masih berada di lapangan dan pencarian terhadap korban.
Warga Diminta Waspada di Sekitar Sungai
Derasnya arus Sungai Comal menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai. Masyarakat diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai saat debit air meningkat.





















