Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 1.200 Meter

TERNATE, Warta Brebes– Gunung Dukono di Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Jumat (5/6/2026) sore. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa kolom abu vulkanik teramati membubung setinggi ± 1.200 meter di atas puncak, atau sekitar ± 2.287 meter di atas permukaan laut. Erupsi yang terjadi pada pukul 15.51 WIT ini menarik perhatian masyarakat dan menjadi berita penting terkait kebencanaan di Indonesia.

Aktivitas Gunung Dukono yang terus berlanjut ini terekam jelas dalam seismogram. PVMBG mencatat amplitudo maksimum mencapai 34 mm dengan durasi letusan selama 44,84 detik. Kolom abu vulkanik yang teramati memiliki warna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak condong ke arah timur. Kondisi ini menegaskan kembali status Gunung Dukono yang saat ini berada pada Level II (Waspada).

Rekomendasi Keselamatan dari Erupsi Gunung Dukono

Menyikapi erupsi Gunung Dukono, PVMBG telah mengeluarkan serangkaian rekomendasi keselamatan yang perlu dipatuhi oleh masyarakat sekitar dan para pengunjung. Juru Pantau Gunung Api Dukono, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan, menegaskan pentingnya menjaga jarak aman dari pusat aktivitas vulkanik.

Gunung Dukono Erupsi Lontarkan Abu Vulkanik Sejauh 1.200 Meter : Okezone News

Rekomendasi utama adalah agar masyarakat yang berada di sekitar Gunung Dukono serta pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas, mendaki, atau mendekati area Kawah Malupang Warirang. Jarak aman yang ditetapkan adalah dalam radius 4 kilometer dari kawah. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko paparan langsung terhadap material vulkanik yang dilontarkan saat erupsi.

Dampak Abu Vulkanik dan Antisipasi Jangka Panjang

PVMBG juga mengingatkan bahwa letusan abu vulkanik di Gunung Dukono sering terjadi secara periodik. Arah dan kecepatan sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin yang berlaku. Oleh karena itu, area yang terdampak sebaran abu tidak bersifat tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

"Agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," demikian imbauan resmi dari PVMBG. Penggunaan masker ini menjadi langkah antisipasi penting untuk melindungi kesehatan pernapasan dari partikel halus abu vulkanik yang dapat menimbulkan iritasi dan gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Dukono. Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan adalah kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman dari erupsi Gunung Dukono yang terus berlangsung. Dampak jangka panjang dari aktivitas vulkanik ini perlu diantisipasi dengan baik oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk memastikan keselamatan dan kelangsungan hidup.

Bagikan: