BERITA TERBARU
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...

Kim Seung-gyu: Kecewa Tak Hadir, Motivasi Juara Piala Dunia 2026

GUADALAJARA, TVRINews– Kiper veteran Korea Selatan, Kim Seung-gyu, menyikapi rasa kecewanya karena absen saat kelahiran putrinya dengan menjadikannya motivasi ekstra untuk tampil gemilang di Piala Dunia 2026. Turnamen akbar ini memiliki arti mendalam bagi Seung-gyu, yang kini berusia 35 tahun dan akan menjalani Piala Dunia keempatnya.

Momen getir justru mempertebal semangatnya di turnamen yang akan digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Pengalaman cedera lutut parah dua tahun lalu saat Piala Asia 2024 sempat membuatnya ragu bisa kembali bermain sepak bola. Namun, ia berhasil pulih dan kembali mengenakan seragam nomor satu Taegeuk Warriors untuk Piala Dunia 2026.

Masa Sulit dan Harapan Baru di Piala Dunia 2026

"Setahun yang lalu, saya bahkan tidak bisa membayangkan bisa bermain di Piala Dunia. Itu adalah periode di mana saya sangat merenungkan, ‘Apakah saya akan bisa bermain sepak bola lagi?’" ujar Kim, mengutip Starnews Korea.

Kini, sebagai kiper FC Tokyo, Kim menargetkan finis kuat di Piala Dunia yang kemungkinan besar menjadi yang terakhir baginya. Ia ingin mengakhiri turnamen dengan hasil yang lebih baik dari tiga partisipasi sebelumnya, memperlakukan setiap pertandingan sebagai kesempatan terakhir dalam hidupnya.

Kelahiran Putri dan Ambisi Juara Piala Dunia

Namun, motivasi terkuat Kim Seung-gyu datang dari momen paling membahagiakan dalam hidupnya. Sang istri, model Kim Jin-kyung, mengumumkan kelahiran putri mereka pada 4 Juni lalu. Pasangan yang telah menikah selama dua tahun ini dikaruniai buah hati pertama mereka.

Meskipun diliputi kebahagiaan, Seung-gyu dilanda kesedihan karena tidak bisa mendampingi istri dan putrinya saat persalinan. Kewajibannya membela Timnas Korea Selatan dalam persiapan Piala Dunia 2026 membuatnya harus berada jauh dari keluarga. Saat itu, skuad Taegeuk Warriors tengah bersiap di Salt Lake City, AS, sebelum akhirnya bertolak ke Guadalajara, Meksiko, sebagai markas utama mereka.

"Saya tidak bisa berada di sisi putri saya saat kelahirannya. Saya merasa sedih dan sangat kasihan pada istri dan putri saya," tutur Kim Seung-gyu.

Alih-alih terpuruk, kiper berpengalaman ini mengubah keresahan menjadi pendorong semangat. Ia bertekad meraih hasil terbaik di Piala Dunia 2026 agar turnamen ini menjadi hadiah terindah bagi putri dan istrinya. Kim memanfaatkan teknologi untuk tetap terhubung dan melihat perkembangan sang buah hati.

Meskipun kecewa terpisah jarak, Kim tak ragu mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaannya. Ia bahkan melontarkan gurauan ringan tentang harapan agar putrinya tidak terlalu mirip dengannya. "Di lubuk hati terdalam, saya sangat berharap ia sama sekali tidak mirip saya. Untungnya, tampaknya dia tidak persis mirip saya. Saya pikir sungguh beruntung bahwa wajahnya merupakan perpaduan sempurna dan indah dari setengah fitur wajah saya dan setengah fitur wajah istri saya," ungkapnya sambil tersenyum.

Kehadiran putri tercinta semakin membulatkan tekad Kim Seung-gyu untuk memberikan yang terbaik di Piala Dunia 2026, membuktikan bahwa semangat juang seorang ayah mampu mengalahkan rasa kecewa.

Bagikan: