JAKARTA, Warta Brebes— Mobil niaga listrik kini menjadi primadona baru bagi para pelaku usaha di Indonesia. Kendaraan ramah lingkungan ini menawarkan solusi efisien untuk mengangkut barang maupun penumpang, dengan pilihan harga yang semakin terjangkau.
Saat ini, banderol termurah untuk mobil niaga listrik di Indonesia mulai dari Rp323 jutaan, membuka pintu bagi lebih banyak bisnis untuk beralih ke elektrifikasi.
Tiga model utama mendominasi pasar mobil niaga listrik di Tanah Air: Mitsubishi L100 EV, Wuling Mitra EV, dan DFSK Gelora E.
Ketiganya menawarkan keunggulan masing-masing dalam hal spesifikasi, kapasitas, dan tentunya harga. Berikut adalah daftar harga terbaru September 2026.
Pilihan Mobil Niaga Listrik Paling Terjangkau
Bagi pebisnis yang mencari opsi paling ekonomis, Mitsubishi L100 EV hadir sebagai jawaban. Kendaraan ini memiliki banderol mulai dari Rp323,3 juta (OTR Jabodetabek) dan hadir dalam konfigurasi blind van dua tempat duduk.
Dengan baterai berkapasitas 40 kWh, L100 EV mampu menempuh jarak hingga 180 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kapasitas angkutnya mencapai 425 kilogram, menjadikannya pilihan ideal untuk operasional bisnis skala kecil hingga menengah yang membutuhkan mobilitas tinggi dan biaya operasional rendah.
Tak kalah menarik, Wuling Mitra EV menawarkan fleksibilitas lebih dengan dua pilihan bentuk bodi, yaitu Blind Van dan Mini Bus. Selain itu, Wuling Mitra EV juga menyediakan pilihan jarak tempuh yang lebih bervariasi, yakni 300 km dan 400 km. Varian Blind Van dengan jarak tempuh 300 km, Anda dapat memilikinya dengan harga Rp328 juta.
Sementara itu, versi Mini Bus dengan jarak tempuh yang sama, banderolnya Rp348 juta. Bagi yang membutuhkan jangkauan lebih jauh, Blind Van 400 km penawarannya seharga Rp358 juta, dan varian Mini Bus 400 km menjadi yang termahal di keluarga Mitra EV dengan harga Rp378 juta.
Pilihan yang beragam ini memungkinkan pelaku usaha menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan spesifik operasional mereka.
DFSK Gelora E: Fleksibilitas dan Kapasitas Maksimal
Selanjutnya, DFSK Gelora E menempati posisi sebagai model dengan rentang harga tertinggi, namun menawarkan fleksibilitas dan kapasitas yang lebih besar. Kendaraan ini juga hadir dalam dua pilihan konfigurasi: Blind Van dan Mini Bus.
DFSK Gelora E Blind Van dibanderol sekitar Rp360 juta, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk pengangkutan barang dalam jumlah besar.
Bagi pelaku usaha yang berfokus pada transportasi penumpang, DFSK Gelora E Mini Bus hadir dengan harga Rp409 juta (OTR Jakarta).
Varian ini dirancang untuk kenyamanan penumpang dengan ruang kabin yang lebih luas. Kombinasi antara performa kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan desain fungsional membuat DFSK Gelora E menjadi opsi menarik bagi bisnis yang membutuhkan solusi transportasi yang andal dan efisien.
Secara keseluruhan, tren mobil niaga listrik di Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Dengan harga yang semakin kompetitif, mulai dari Rp323 jutaan, kendaraan listrik ini menawarkan keuntungan ganda: efisiensi biaya operasional jangka panjang dan kontribusi positif terhadap lingkungan.
Pilihan yang beragam dari Mitsubishi L100 EV, Wuling Mitra EV, hingga DFSK Gelora E memungkinkan pelaku usaha untuk menemukan solusi transportasi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka, sekaligus mendukung transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.

























