BREBES, Warta Brebes– Persaingan di pasar kamera vlogging genggam diprediksi bakal memanas. Raksasa ponsel asal China, Oppo dan Vivo, dilaporkan siap merangsek segmen yang selama ini didominasi oleh lini Osmo Pocket dari DJI. Langkah ambisius ini mengindikasikan pergeseran kekuatan di industri pembuatan konten visual portabel.
Bocoran informasi dari Digital Chat Station melalui Weibo, sebagaimana dikutip Detik iNET dari GSM Arena pada Selasa (9/6/2026), mengungkap bahwa kedua produsen ponsel terkemuka ini akan membekali kamera saku mereka dengan spesifikasi mumpuni.
Sensor beresolusi 200 MP, yang diduga kuat adalah Sony Lytia 901 berukuran 1/1.12 inci, akan menjadi andalan utama. Sensor canggih ini sebelumnya diperkenalkan pada November tahun lalu.
Strategi branding yang telah terbukti sukses di ranah smartphone tampaknya akan diadopsi kembali. Oppo diprediksi akan menggandeng produsen kamera legendaris Hasselblad, sementara Vivo akan melanjutkan kolaborasinya dengan Zeiss. Kemitraan ini diharapkan membawa peningkatan kualitas gambar dan pengalaman fotografi yang superior bagi pengguna kamera vlogging genggam.
Perangkat vlogging genggam dari Oppo dan Vivo tidak hanya mengandalkan sensor kamera superior. Keduanya juga akan dibekali dengan chip kelas flagship untuk memastikan performa maksimal.
Keunggulan kompetitif utama yang ditawarkan adalah konektivitas mulus dengan ekosistem smartphone mereka. Integrasi ini memungkinkan seluruh rekaman video dari kamera saku tersimpan otomatis ke memori ponsel pengguna, mempercepat proses penyuntingan dan distribusi konten ke berbagai platform media sosial.
Kompetisi Sengit di Pasar Kamera Vlogging
Masuknya Oppo dan Vivo ke pasar kamera vlogging genggam didorong oleh kesuksesan fenomenal DJI dengan produk Osmo Pocket 3. Namun, upaya merebut pangsa pasar dari sang penguasa pasar dipastikan akan menghadapi tantangan berat.
DJI sendiri tidak tinggal diam, terus memperbarui lini produknya dengan meluncurkan Osmo Pocket 4 dan menyiapkan varian Osmo Pocket 4P yang ditujukan bagi kalangan pembuat film independen.
Tak hanya DJI, pesaing lain seperti Insta360 juga dikabarkan segera merilis perangkat tandingan bernama Insta360 Luna. Munculnya pemain baru dengan teknologi inovatif dari Oppo dan Vivo serta strategi berkelanjutan dari DJI dan Insta360 menunjukkan bahwa pasar kamera vlogging genggam akan terus berkembang pesat.
Para kreator konten akan mendapatkan lebih banyak pilihan perangkat berkualitas tinggi dengan fitur-fitur canggih.
Kehadiran kamera vlogging dari Oppo dan Vivo dengan sensor 200 MP dan integrasi smartphone yang mulus berpotensi mendefinisikan ulang standar dalam pembuatan konten vlogging.
Pengguna kini dapat menikmati kemudahan dan kualitas profesional dalam satu genggaman, menantang dominasi DJI dan membuka era baru dalam fotografi dan videografi portabel.











