BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Keuangan
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Pasien ISPA di RSUD Brebes Melonjak, Anak-anak Mendominasi hingga IGD Penuh

BREBES | Warta Brebes – Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Brebes ikut terdampak lonjakan pasien gangguan pernapasan. Sepanjang 1–24 September 2026, rumah sakit mencatat 280 pasien ISPA.

Yang paling banyak datang justru anak-anak. Dari total tersebut, 246 pasien merupakan anak-anak. Jumlah itu mencapai hampir 88 persen dari seluruh pasien ISPA yang mendapat pelayanan.

Data manajemen RSUD Brebes mencatat 275 pasien menjalani rawat jalan. Rinciannya, 246 anak dan 29 pasien dewasa.

Sementara itu, lima pasien harus menjalani rawat inap. Empat di antaranya anak-anak dan satu pasien dewasa.

Pasien Anak Mendominasi

Direktur RSUD Brebes, drg Adhi Supriadi, mengatakan kunjungan pasien ISPA meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Adhi, anak-anak mendominasi jumlah pasien yang datang dengan keluhan gangguan pernapasan.

“Data dari 1 sampai 24 September, pasien dengan gangguan ISPA ada 280 pasien yang didominasi anak-anak,” kata Adhi, Jumat (25/9/2026).

Secara proporsi, manajemen rumah sakit mencatat sekitar 80 persen pasien ISPA merupakan anak-anak. Sisanya sekitar 20 persen merupakan pasien dewasa.

IGD RSUD Brebes Ikut Padat

Lonjakan kunjungan pasien turut menekan kapasitas pelayanan RSUD Brebes.

Dalam beberapa hari terakhir, area IGD dan ruang rawat inap mengalami kepadatan. Kondisi tersebut membuat waktu tunggu pelayanan ikut bertambah.

RSUD Brebes juga menerapkan sistem triage. Petugas menentukan prioritas berdasarkan tingkat kegawatdaruratan pasien, bukan berdasarkan urutan kedatangan.

Karena itu, pasien yang datang lebih dulu belum tentu mendapat penanganan lebih dahulu. Petugas akan mendahulukan pasien dengan kondisi yang paling membutuhkan pertolongan.

Ketika kapasitas tempat tidur IGD penuh, petugas juga dapat memberikan penanganan sementara dengan fasilitas yang tersedia, termasuk kursi roda.

Rumah Sakit Tidak Boleh Menolak Pasien

Adhi mengatakan RSUD Brebes tetap memberikan pelayanan kepada pasien. Namun, kapasitas ruang perawatan tetap memiliki batas.

Karena itu, dokter dapat memberikan pilihan fasilitas kesehatan lain kepada pasien yang kondisinya tidak membutuhkan penanganan darurat.

“Kami tidak boleh menolak pasien, tetapi kami juga realistis melihat kapasitas yang terbatas. Jika kondisi tidak terlalu parah dan tidak mutlak membutuhkan IGD, pasien bisa diberi pilihan untuk dialihkan ke rumah sakit terdekat apabila masih membutuhkan rawat inap,” jelasnya.

Perubahan Cuaca Jadi Perhatian

Adhi mengaitkan peningkatan keluhan gangguan pernapasan dengan perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.

Selain ISPA, RSUD Brebes juga menangani pasien dengan keluhan flu yang lebih berat. Adhi menyebut kondisi tersebut sebagai “superflu”.

Ia juga menyampaikan adanya perhatian terhadap influenza A subtipe H3N2. Namun, informasi tersebut tidak otomatis berarti seluruh pasien ISPA di RSUD Brebes terjangkit H3N2.

Dengan kondisi IGD yang semakin padat, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak ketika muncul gejala gangguan pernapasan.

Jika gejala semakin berat atau pasien menunjukkan tanda membutuhkan pertolongan medis, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan.

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso