BREBES, Warta Brebes – Kekeringan membuat sekitar 40 persen lahan pertanian di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, mengalami gagal panen pada musim sadon. Petani kini berharap pengairan diperkuat, mulai dari pembangunan sumur dalam hingga normalisasi sungai.
Ketua Gapoktan Atmo Suwito Rasban mengatakan, luas lahan pertanian di Desa Pakijangan mencapai sekitar 550 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 40 persen mengalami gagal panen akibat kekeringan.
Sementara sekitar 60 persen lahan lainnya masih berhasil menghasilkan panen.“Terkait dengan sadon, kira-kira 40 persen dari 550 hektare itu gagal karena persoalan kekeringan. Yang 60 persen berhasil,” kata Atmo.
![]()
Petani Siapkan Solusi Pengairan
Kondisi tersebut mendorong Gapoktan Mandiri Sejati bersama kelompok tani Sumber Hasil dan Sumber Mulia mencari solusi pengairan untuk musim tanam berikutnya.
Menurut Atmo, pengairan menjadi persoalan utama yang perlu segera ditangani agar kegagalan panen akibat kekeringan tidak kembali terjadi.
“Diharapkan setelah musim tanam tahun depan kita bisa berhasil, tidak seperti yang terjadi saat ini,” ujarnya.
Lahan Jauh dari Sungai Butuh Sumur Dalam
Untuk lahan yang lokasinya jauh dari sungai, petani membutuhkan sumur dalam sebagai sumber air. Sementara di sejumlah titik, pengairan juga membutuhkan diesel untuk mengalirkan air menuju lahan pertanian.
Persoalan tersebut telah dimusyawarahkan bersama empat Gapoktan dan satu kelompok tani. Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan pengairan, tetapi juga upaya meningkatkan pendapatan petani di Desa Pakijangan.
Normalisasi Sungai Diminta Dilakukan Saat Kemarau
Selain sumur dalam, petani berharap jaringan irigasi dan sungai yang menjadi sumber pengairan mendapat perhatian.
Normalisasi sungai dinilai perlu dilakukan selagi musim kemarau. Saat debit air rendah, pekerjaan normalisasi diharapkan lebih mudah dilakukan tanpa terlalu mengganggu aktivitas pengairan.
Petani juga berharap saluran irigasi dari pintu air menuju wilayah utara diperbaiki. Begitu pula pintu air di bagian selatan dan saluran di sisi timurnya.
Perbaikan dan normalisasi tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko kekeringan pada musim tanam berikutnya.
Jangan Tunggu Musim Hujan
Petani berharap penanganan pengairan dilakukan sebelum musim tanam berikutnya. Selain pembangunan sumur dalam, normalisasi sungai dan perbaikan jaringan irigasi dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga ketersediaan air.
Dengan langkah tersebut, petani berharap lahan pertanian seluas sekitar 550 hektare di Desa Pakijangan dapat lebih terlindungi dari ancaman kekeringan dan gagal panen.
























