BREBES, Warta Brebes – Remaja tenggelam di Curug Rambukasang akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban bernama Wafi Muafa, warga Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.
Peristiwa remaja tenggelam di Curug Rambukasang ini terjadi di kawasan wisata air terjun yang berada di Dukuh Garogol, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan. Tim gabungan langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan kejadian.
Tim SAR yang terdiri dari TNI, Polri, PMI, Basarnas Cilacap, dan relawan menyisir lokasi air terjun serta aliran sungai di sekitar tempat kejadian. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah petugas menemukan korban pada sore hari.
Kepala Desa Rancawuluh, Iksan, membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Ia mengatakan keluarga korban sangat terpukul setelah menerima kabar duka tersebut.
“Keluarga sedang berduka setelah mendapat informasi bahwa anaknya ditemukan meninggal dunia,” ujarnya.
Tim SAR Sisir Area Curug dan Aliran Sungai
Kapolsek Ketanggungan AKP Rofik menjelaskan bahwa tim gabungan menggunakan metode pencarian darat dan air untuk menemukan korban. Petugas menyisir sejumlah titik yang memiliki arus cukup deras dan kedalaman berbahaya.
Menurutnya, proses pencarian berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya tim menemukan korban sekitar pukul 16.30 WIB.
Setelah proses evakuasi selesai, petugas menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Polisi Dalami Kronologi Kejadian
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Sebagian saksi merupakan rekan korban yang ikut berwisata ke Curug Rambukasang.
Selain memeriksa saksi, polisi juga mendata jumlah remaja yang berada dalam rombongan tersebut. Langkah ini bertujuan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai kronologi kejadian.
Pengunjung Diminta Waspada Saat Berwisata
Kasus remaja tenggelam di Curug Rambukasang menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama wisata air terjun.
Arus deras, bebatuan licin, dan kedalaman air yang sulit diperkirakan dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, pengunjung perlu mengutamakan keselamatan selama berada di lokasi wisata.
Aparat juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja yang berwisata ke sungai, air terjun, maupun lokasi wisata air lainnya.
Dengan kewaspadaan yang lebih baik, masyarakat dapat menikmati keindahan wisata alam tanpa mengabaikan faktor keselamatan.







