BREBES, Warta Brebes — Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes mencatat 73 sekolah kekurangan murid pada tahun ajaran 2026-2027. Dari jumlah itu, 46 di antaranya SD dan 27 SMP.
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dindikpora Brebes, Aditya Perdana, membenarkan data tersebut.
“Pada tahun ajaran 2026-2027, ada 27 SMP dan 46 SD yang mengalami kekurangan murid,” ujarnya,kemarin kepada wartawan.
Kekurangan murid paling parah terjadi di SDN Negarayu 02 dan SDN Purwodadi 01, Kecamatan Tonjong. Kedua sekolah itu hanya menerima tiga murid baru dari kuota 28 kursi yang tersedia.
Di tingkat SMP, sekolah swasta paling terdampak. SMP IT Attaqwa Ketanggungan hanya mendapat delapan murid dari kuota 128.
Sementara itu, dari lima SMP negeri yang masuk dalam daftar, SMPN Brebes 6 hanya menerima 18 murid dari kuota 96. SMPN Satu Atap Salem hanya mendapat tujuh murid dari kuota 32.
Sebaran sekolah minim murid ini terjadi di beberapa kecamatan. Aditya menyebut, jumlah siswa yang minim tidak mengganggu proses belajar mengajar.
“Meski jumlah siswa minim, sekolah tersebut tetap melakukan kegiatan pembelajaran seperti biasa,” tegasnya.
Pemkab Brebes sedang mempertimbangkan regroup atau penggabungan sekolah-sekolah yang kekurangan murid.
Namun kebijakan ini tak bisa dilakukan sepihak. Prosesnya melalui beberapa tahap: usulan dari sekolah dan pemerintah desa, kemudian survei aset oleh dinas terkait.
“Laporan dari dinas pendidikan akan diberikan ke kantor aset. Kemudian dilakukan survei dan nantinya perlu di-regrouping atau tidak tergantung usulan sekolah dan desa,” kata Aditya.
Dari total 1.056 sekolah di Brebes, terdiri dari 885 SD dan 171 SMP sebagian besar masih beroperasi normal. Namun fenomena sekolah sepi murid ini menjadi perhatian tersendiri di tengah upaya pemerintah daerah menjaga mutu pendidikan. (*)

























