GORONTALO, Warta Brebes— Sebuah kapal wisata yang membawa 11 wisatawan asing dan 2 awak kapal tenggelam perairan Teluk Tomini, Sulawesi Tengah,Jumat (24/7/2026) pukul 15.40 WITA. Seorang nahkoda masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Kapal wisata tersebut tenggelam akibat cuaca buruk yang menghantam wilayah perairan setempat. Beruntung, seluruh penumpang warga negara asing (WNA) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Tim SAR Gorontalo bergerak cepat setelah menerima laporan hilangnya kapal yang berangkat dari Sanctum Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa. Kapal tersebut seharusnya tiba pada pukul 11.00 WITA, namun tak kunjung sampai hingga pukul 15.00 WITA.
Evakuasi Penumpang dan Awak Kapal di Tengah Badai
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, mengonfirmasi bahwa sebelas wisatawan asing dan satu awak kapal berhasil diselamatkan.
“Seluruh penumpang WNA berjumlah 11 orang sudah dievakuasi dengan selamat dan sekarang posisinya berada di resort yang ada di Tojo Una-Una,” ujar Heriyanto dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Namun, operasi penyelamatan masih terus berlanjut untuk menemukan satu nakhoda kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Para korban selamat dilaporkan mencoba bertahan hidup menggunakan rakit darurat saat kapal mulai tenggelam akibat hantaman ombak besar dan angin kencang.
Penyebab Kapal Tenggelam Akibat Cuaca Ekstrem
Menurut informasi yang dihimpun Basarnas Gorontalo, faktor utama penyebab kecelakaan kapal wisata ini adalah kondisi cuaca buruk yang ekstrem. Angin kencang dan ombak tinggi menyebabkan kapal mengalami kerusakan struktural hingga akhirnya tenggelam. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak di wilayah perairan.
“Menurut informasi yang kami dapatkan tadi bahwa terjadi cuaca buruk sehingga menyebabkan kapal yang ditumpangi para wisatawan tersebut mengalami patah, dan para korban menyelamatkan diri di rakit yang ada di sekitar area terjadinya kecelakaan tersebut,” tutur Heriyanto.
Pihak berwenang terus melakukan upaya pencarian terhadap nakhoda yang hilang, sambil memastikan para penumpang yang selamat mendapatkan perawatan dan dukungan yang memadai. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pengelola pariwisata dan otoritas maritim untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu di Teluk Tomini.

























