BREBES, Warta Brebes – Runtuhnya Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Minggu (30/8/2026) pagi, menewaskan dua anak. Petugas gabungan juga masih mencari seorang lansia yang diduga tertimbun reruntuhan.
Bangunan tua tersebut runtuh sekitar pukul 05.30 WIB. Material bangunan kemudian menimpa sejumlah rumah warga yang berada tepat di depan gedung.
Dua Anak Tewas Tertimpa Reruntuhan Gedung Hogwan
Dua korban meninggal dunia merupakan kakak beradik. Keduanya yakni Kinara Nafasya Jeslyn atau Nara, 4 tahun, dan Kinarian Yusfina Arfadhia atau Arfa, 6 tahun.
Kedua anak tersebut merupakan anak Feti. Saat Gedung Hogwan runtuh, keduanya sedang tertidur di dalam rumah yang berada tepat di depan bangunan.
Sekretaris Desa Dukuhturi, Andi Kuswoyo, mengatakan bagian depan Gedung Hogwan tiba-tiba runtuh. Material bangunan kemudian menimpa tiga rumah warga.
“Puing bangunan langsung menimpa tiga rumah, di mana salah satunya terdapat korban yang sedang tertidur,” kata Andi.
Warga yang mendengar suara runtuhan langsung berdatangan ke lokasi. Mereka membantu petugas mencari dan mengevakuasi korban dari balik material bangunan.
Informasi awal dari warga menyebutkan ayah korban, Sariman, sedang mandi ketika kejadian berlangsung. Sementara Feti, ibu kedua korban, sedang pergi ke pasar.
Petugas dan warga kemudian menyingkirkan material bangunan secara bertahap. Proses evakuasi dilakukan dengan peralatan seadanya karena sebagian reruntuhan masih menutup rumah.
Satu Lansia Diduga Masih Tertimbun
Selain dua korban yang telah ditemukan meninggal dunia, petugas gabungan masih mencari seorang lansia bernama Khamzat.
Dugaan Khamzat menjadi korban muncul setelah pihak keluarga melaporkan kehilangan. Sejumlah saksi juga mengaku melihat lansia tersebut berada di sekitar lokasi sebelum tembok Gedung Hogwan ambruk.
“Ya, ada seorang yang masih dicari. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, terakhir diketahui berada di sekitar lokasi terdampak,” ujar Andi.
Menurut Andi, bagian tembok bangunan yang runtuh berukuran sekitar 10 meter x 10 meter. Reruntuhan kemudian menutup jalan dan menimpa rumah warga di depannya.
“Pihak keluarga juga mengaku kehilangan Khamzat, jadi ada dugaan turut menjadi korban,” katanya.
Petugas Kerahkan Alat Berat dan Basarnas
Tim gabungan terus melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan Khamzat. Satu unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material.
Petugas juga melakukan pencarian secara manual. Warga dan relawan ikut membantu membersihkan puing di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.
Koordinator Satgas Penanganan Bencana BPBD Brebes Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan pencarian mendapat dukungan dari sejumlah relawan, termasuk Basarnas Cilacap.
“Kita mendapatkan dukungan dari beberapa relawan, termasuk juga Basarnas Cilacap,” kata Budi.
Tiga Rumah Warga Rusak Parah
Runtuhnya Gedung Hogwan tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Material bangunan juga menghantam tiga rumah warga di sekitar lokasi.
Rumah milik Imam dilaporkan dihuni tiga orang. Rumah Khunaenah dihuni enam orang, sedangkan rumah milik Marto dihuni lima orang.
Ketiga rumah tersebut mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan.
Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Pengamanan dilakukan untuk mencegah warga mendekati area reruntuhan yang masih berbahaya.
Gedung Hogwan Bumiayu Merupakan Bangunan Tua
Gedung Hogwan dikenal sebagai bangunan tua di kawasan Bumiayu. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, bangunan tersebut disebut merupakan bekas pabrik tepung tapioka pada zaman Belanda.
Bangunan itu kemudian dimanfaatkan sebagai tempat latihan bulu tangkis sebelum akhirnya runtuh pada Minggu pagi.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih melakukan pembersihan dan penyisiran di lokasi. Pencarian terhadap Khamzat terus dilakukan untuk memastikan keberadaannya.
Warta Brebes akan memperbarui informasi mengenai pencarian korban dan penanganan runtuhnya Gedung Hogwan setelah ada keterangan terbaru dari petugas di lapangan.

























