BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Bara di Balik Tumpukan Karet: Saat Api dan Asap Menyapa Warga, Manajemen Minta Maaf

BREBES, Warta Brebes — Empat hari sudah, asap hitam pekat masih setia mengepung langit Desa Slatri, Kecamatan Larangan. Di balik kepulan asap itu, bara masih bersembunyi di balik tumpukan karet yang tak kunjung habis. Inilah potret hari keempat kebakaran gudang limbah non-B3 milik PT Anisa Jaya Utama di jalan raya Ketanggungan-Jatibarang—sebuah tragedi yang tak hanya melahap material, tetapi juga mulai merenggut kesehatan warga di sekitarnya.

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, sejumlah karyawan sedang membongkar material pailon atau limbah sepatu dari sebuah truk Fuso yang baru tiba di gudang. Sekitar pukul 14.25 WIB, petugas keamanan melihat api muncul dari pojok gudang bagian utara sebelah barat. Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan merambat ke material di dalam gudang.

Ketika Karet Menjadi Bara yang Gigih

Gudang seluas dua hektare itu menyimpan ribuan tumpukan material limbah yang mudah terbakar: karet, plastik, kayu, dan outsol—bahan alas bawah sepatu. Begitu api menyambar, material itu menjadi bahan bakar yang tak pernah habis. Api menjalar cepat, melahap satu demi satu tumpukan.

Namun yang membuat petugas kewalahan bukanlah kobaran besar di permukaan. Itu sudah bisa dijinakkan. Masalah utamanya adalah bara yang tersembunyi di balik tumpukan karet yang belum terbakar habis. Api merayap perlahan di bawah, seperti ular yang mengintai, siap muncul kembali kapan saja.

“Api masih ada sedikit karena bahan yang terbakar berupa karet dan belum habis, sehingga api belum sepenuhnya padam,” kata Kapolsek Larangan, Kompol Suryantono, di lokasi kejadian, Senin (10/8) siang.

Komandan Tim Unit Siaga SAR Brebes, Syaeful Anwar, membenarkan bahwa tim menghadapi kendala berupa timbunan material karet dalam jumlah cukup banyak. Material tersebut membuat api sulit dipadamkan dan berpotensi kembali menyala.

“Area pemadaman pada hari kedua berfokus pada titik-titik api yang masih menyala. Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat timbunan material karet yang cukup banyak sehingga menyebabkan api sulit untuk dipadamkan,” ujar Syaeful Anwar.

Koordinator Damkar Satpol PP Brebes, Sugiarto, menambahkan bahwa hingga pukul 14.30 WIB hari ketiga, kobaran api masih tersisa sekitar 30 persen. “Masih ada api. Hanya sudah berkurang dan tersisa 30 persen,” pungkasnya.

Ketika Asap Mulai Mengancam Kesehatan Warga

Memasuki hari ketiga, kebakaran ini mulai berdampak pada kesehatan warga di sekitar lokasi. Sedikitnya 17 warga dari lima kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak asap pekat yang masih mengepul. Mereka tinggal tepat di depan lokasi gudang yang terbakar.

Palang Merah Indonesia (PMI) Brebes mencatat, di antara warga terdampak terdapat satu anak berkebutuhan khusus dan dua lanjut usia. Sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah terpapar asap kebakaran—sesak napas dan gangguan paru-paru, termasuk asma.

Ketua PMI Brebes, Gunadi, mengimbau masyarakat menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Klarifikasi Manajemen: Korsleting, Kerugian Rp2 Miliar, dan Permohonan Maaf

Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, Manajemen PT Anisa Jaya Utama akhirnya angkat bicara. Perwakilan Manajemen PT Anisa Jaya Utama, Hotibul Umam, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang menyita perhatian warga tersebut.

“Berdasarkan informasi awal yang kami terima, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting atau gangguan pada instalasi listrik,” ujar Hotibul Umam dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8/2026). Meski demikian, pihak manajemen menegaskan belum menarik kesimpulan final dan memilih menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada pihak kepolisian serta instansi berwenang.

Hotibul menerangkan bahwa fasilitas yang terbakar merupakan gudang penyimpanan sementara limbah Non-B3 yang pengelolaannya di bawah PT Anisa Jaya Utama. Saat musibah terjadi, bangunan tersebut masih dalam tahap penyelesaian pembangunan dan penataan fasilitas pendukung.

Terkait kerugian, berdasarkan pendataan dan inventarisasi sementara, nilai kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Angka tersebut masih bersifat sementara hingga proses verifikasi akhir selesai dilakukan.

Atas kejadian ini, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada masyarakat Desa Slatri dan seluruh pihak yang terdampak. Manajemen berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap seluruh aspek keselamatan kerja dan jaringan instalasi listrik di area tersebut.

Perusahaan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada tim gabungan dari Pemadam Kebakaran, BPBD Brebes, TNI-Polri, Satpol PP, jajaran Kecamatan Larangan, Pemerintah Desa Slatri, hingga warga sekitar yang bergerak cepat membantu proses pemadaman serta pengamanan di lokasi kejadian.

Kerumunan Warga dan Kendala di Lapangan

Proses pemadaman juga sempat terkendala kerumunan warga yang datang melihat kebakaran. Padatnya warga membuat akses kendaraan pemadam menuju titik api menjadi lebih sulit. Petugas meminta masyarakat tidak mendekati lokasi selama proses pemadaman. Selain mengganggu mobilisasi armada, area tersebut masih berisiko karena terdapat material yang menyimpan bara.

Selain timbunan material karet, perubahan arah angin yang cukup kencang juga menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Kondisi ini membuat proses pendinginan dan pemadaman harus dilakukan secara lebih hati-hati.

“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah timbunan material karet yang sulit dipadamkan serta perubahan arah angin yang cukup kencang. Besar harapan kami semoga api dapat segera dipadamkan secepatnya,” kata Syaeful Anwar.

Langkah Penyelidikan dan Harapan ke Depan

Kapolres Brebes, AKBP M. Ali Akbar, meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin siang. Bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Brebes, ia memastikan proses penanganan berjalan, meskipun olah tempat kejadian perkara (TKP) belum bisa dilakukan.

“Lokasi harus diamankan, tidak boleh sembarang orang masuk karena belum diidentifikasi oleh petugas Labfor dari Polda Jateng,” tegas Kapolsek Suryantono.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah dijadwalkan datang setelah api benar-benar padam dan lokasi aman untuk pemeriksaan. Hingga kini, polisi belum memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Untuk penyebabnya belum pasti. Yang terbakar gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3,” ujar Kompol Suryantono saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (8/8).

Sementara itu, masyarakat dan para petugas masih bertahan. Mereka bergantian menjaga, memastikan bara tak kembali menyala. Api mungkin suatu saat akan padam, tetapi dampaknya—terhadap lingkungan, kesehatan, dan kepercayaan—akan terasa jauh lebih lama. (*)

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso