BREBES, Warta Brebes – Warung sekaligus tempat tinggal di depan kompleks Objek Wisata Pemandian Air Panas (PAP) Tirta Husada, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, ludes terbakar, Minggu (6/9/2026) dini hari.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Bangunan yang berada di RT 03 RW 03 tersebut hangus bersama barang-barang di dalamnya.
Pemilik warung, Maaruf (51), ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.
Terbangun karena Hawa Panas dan Bau Asap
Maaruf saat itu sedang tidur di dalam warung yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya. Ia kemudian terbangun setelah merasakan hawa panas dan mencium bau asap yang menyengat.
Saat membuka mata, Maaruf melihat api sudah muncul dari bagian pojok warung. Di area tersebut terdapat sebuah lemari pendingin.
“Saat terbangun saya melihat api sudah menyala di pojok warung, di mana terdapat lemari pendingin,” ungkap Maaruf.
Api dengan cepat membesar. Maaruf langsung keluar dari bangunan dan berteriak meminta pertolongan.
Api Cepat Membesar, Barang Tak Sempat Diselamatkan
Teriakan Maaruf membuat warga sekitar dan petugas PAP Tirta Husada berdatangan ke lokasi.
Namun, kondisi cuaca yang kering serta hembusan angin membuat kobaran api semakin cepat membesar. Api kemudian melahap seluruh bangunan warung.
Barang-barang di dalam warung juga tidak sempat diselamatkan.
“Tidak sempat menyelamatkan barang-barang, karena api cepat sekali membesar,” kata Maaruf.
Warga bersama petugas PAP kemudian melaporkan kebakaran tersebut kepada Polsek Paguyangan dan Pos Pemadam Kebakaran Bumiayu.
Petugas Berjibaku Padamkan Api
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan. Hembusan angin kencang sempat menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.
Penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 04.00 WIB. Lokasi kemudian dinyatakan aman.
Api Tidak Merembet ke Objek Wisata
Meski api membakar bangunan hingga ludes, kobaran tidak sampai merembet ke kawasan Pemandian Air Panas Tirta Husada.
Koordinator PAP Tirta Husada, Nanang Qosim, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, posisi warung berada di bagian depan kawasan wisata, tepat di sekitar pintu masuk.
“Meskipun kebakaran cukup besar tapi tidak sampai mengenai objek. Karena lokasinya berada di depan area pintu masuk,” kata Nanang.
Kondisi tersebut membuat fasilitas utama objek wisata tetap aman dari dampak kebakaran.
Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Kasi Trantib Kecamatan Paguyangan Seger SE mengatakan, pendataan sementara dilakukan bersama ketua lingkungan dan Pemerintah Desa Kedungoleng.
Dari hasil inventarisasi tersebut, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Pada Minggu pagi, Maaruf bersama warga serta unsur Pemerintah Desa Kedungoleng dan Kecamatan Paguyangan melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terbakar.
Petugas Polsek Paguyangan juga melakukan penanganan di lokasi.
Warga Diingatkan Waspada Saat Musim Kemarau
Seger mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering akibat musim kemarau.
Warga diminta berhati-hati ketika menggunakan api. Penggunaan perangkat dan instalasi listrik juga perlu diperhatikan untuk mencegah potensi kebakaran.
Sementara itu, kebakaran warung tersebut untuk sementara diduga berkaitan dengan hubungan pendek arus listrik. Penyebab pasti masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

























