BREBES, Warta Brebes – Kebakaran hebat melanda kompleks SMA Negeri 1 Bantarkawung di Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Sabtu (5/9/2026) sore.
Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang digunakan untuk sejumlah ruang kelas XI. Sedikitnya tujuh ruangan terdampak dalam kebakaran tersebut.
Data resmi Kemendikdasmen mencatat SMA Negeri 1 Bantarkawung beralamat di Jalan Raya Bantarkawung Nomor 15, Desa Pangebatan. Sekolah tersebut berstatus negeri dengan NPSN 20326487.
Api Pertama Kali Terlihat di Belakang Gedung
Kebakaran SMAN 1 Bantarkawung diketahui sekitar pukul 14.20 WIB. Berdasarkan informasi awal di lokasi, api pertama kali terlihat dari bagian belakang bangunan, di sekitar area toilet atau kamar mandi yang berada dekat deretan ruang kelas XI.
Di sekitar lokasi tersebut terdapat material kayu kering. Api kemudian membesar dan merambat ke bagian atap bangunan.
Angin yang cukup kencang diduga membuat kobaran api cepat menjalar. Dalam waktu relatif singkat, api merembet dari satu bagian bangunan ke bagian lainnya.
Besarnya kobaran api membuat struktur atap bangunan tidak mampu bertahan. Sejumlah rangka dan genteng kemudian ambruk ke dalam ruangan.
Tujuh Ruangan Kelas XI Terdampak Kebakaran SMAN 1 Bantarkawung
Hasil pendataan sementara menunjukkan sedikitnya tujuh ruangan di klaster kelas XI terdampak kebakaran.
Dari jumlah tersebut, lima ruangan mengalami kerusakan berat hingga bagian atapnya ambruk. Satu ruangan mengalami kerusakan sedang, sedangkan satu ruangan lainnya mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada konstruksi bangunan. Sejumlah fasilitas dan perlengkapan pembelajaran yang berada di dalam ruangan juga ikut terdampak kobaran api.
Total kerugian materiil sementara ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
Petugas Berjibaku Cegah Api Meluas
Warga sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Petugas pemadam kebakaran kemudian datang ke lokasi bersama unsur terkait.
Proses penanganan melibatkan petugas Damkar, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat sekitar.
Petugas melakukan penyekatan dan pemadaman untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di kompleks sekolah, termasuk area ruang guru, laboratorium, dan ruang kelas lainnya.
Pelaksana Tugas Kapolsek Bantarkawung Iptu Dwi Utomo turut memastikan penanganan dilakukan di lokasi. Petugas juga melakukan pengamanan di sekitar bangunan yang terbakar.
Tidak Ada Korban Jiwa
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Peristiwa terjadi pada Sabtu sore saat kegiatan belajar mengajar reguler tidak berlangsung. Kondisi itu membuat tidak ada aktivitas siswa di ruang kelas yang terbakar.
Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerusakan cukup besar terhadap fasilitas pendidikan yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam bangunan.
Kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti kebakaran. Informasi awal yang menyebut api muncul di sekitar area toilet masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan di tempat kejadian perkara.
Polisi juga akan mendata secara lebih rinci kerusakan bangunan dan fasilitas sekolah akibat kebakaran tersebut.
Aktivitas Belajar Perlu Penanganan Darurat
Kerusakan tujuh ruangan kelas tentu berpengaruh terhadap kegiatan belajar siswa. Pihak sekolah perlu menyiapkan langkah sementara agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Ruang kelas alternatif menjadi salah satu kebutuhan yang perlu segera disiapkan sambil menunggu pendataan dan penanganan bangunan yang terbakar.
Penanganan selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan kondisi bangunan serta koordinasi antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

























