Pelajar SMP di Tegal Diduga Dikeroyok Tiga Remaja

TEGAL, Warta Brebes – Pelajar SMP di Tegal diduga dikeroyok tiga remaja di kawasan GOR Tegal Selatan pada Jumat (8/5/2026) silam. 

Korban berinisial NK (13), siswa kelas 7 SMP di Tegal, mengalami luka lebam di hampir seluruh tubuhnya.

Korban juga mengalami trauma berat setelah kejadian tersebut. Hingga kini, korban disebut belum berani keluar rumah.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus itu ke Polres Tegal Kota. Saat ini, kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Tegal Kota.

Pelajar SMP di Tegal Diduga Dikeroyok Setelah Janjian Lewat WhatsApp

Kuasa hukum keluarga korban, Adi Jefry Hermanto, mengatakan peristiwa bermula dari saling ejek antara korban dan salah satu pelaku melalui pesan WhatsApp.

Korban dan pelaku kemudian sepakat bertemu di kawasan Taman Makam Pahlawan Pura Kusuma.

Namun, pelaku ternyata datang bersama dua rekannya. “Karena situasi di TMP ramai, korban kemudian digiring ke GOR Tegal Selatan,” ujar Jefry kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Setelah tiba di lokasi, korban sempat duel dengan salah satu pelaku.

Namun, situasi berubah ketika dua rekan pelaku ikut turun tangan dan melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Pelajar SMP di Tegal Diduga Dikeroyok Hingga Trauma

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka lebam hampir di seluruh tubuh.

Keluarga menyebut kondisi psikologis korban juga terganggu akibat kejadian itu.

“Korban mengalami trauma dan sampai hari ini belum berani keluar,” kata Jefry.

Pihak keluarga berharap polisi segera mengambil tindakan terhadap para pelaku.

Kasatreskrim Polres Tegal Kota, Husen, membenarkan laporan tersebut.

“Benar, kami telah menerima laporan kejadian itu. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Polisi telah mengantongi identitas tiga terduga pelaku berinisial A, N, dan M. Ketiganya diketahui merupakan warga Kota Tegal.

Disdikbud Kota Tegal Turun Tangan

Kasus dugaan pengeroyokan pelajar ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal.

Kepala Disdikbud Kota Tegal, Dewi Umaroh, mengatakan pihaknya telah mendatangi sekolah korban untuk melakukan koordinasi.

“Hari ini kita sudah ke sekolah dan meminta agar pihak sekolah lebih proaktif jika menemukan kasus seperti itu,” tegasnya.

Disdikbud juga berjanji memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk memulihkan trauma.

Selain itu, pihaknya akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait maraknya kekerasan antar pelajar di wilayah Tegal dan pentingnya pengawasan lingkungan pergaulan remaja, termasuk aktivitas di media sosial.

Bagikan: