JAKARTA, Warta Brebes — Kematian seorang warga negara Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyita perhatian publik.
Insiden tragis ini melibatkan seorang selebriti media sosial atau selebgram yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.
Korban, yang berinisial MHF, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kekerasan. Peristiwa ini terungkap setelah viral di berbagai platform media sosial.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Lokasi kejadian tepatnya berada di depan Restu Sport, Blok M Hub, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru.
Korban, MHF, yang berusia 30 tahun, merupakan warga negara asing asal Brunei Darussalam. Ia dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 16 Mei 2026 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Menurut keterangan polisi, kejadian bermula ketika korban MHF tengah berada di sekitar lokasi bersama saksi. Tak lama berselang, beberapa orang lain datang menghampiri dan sempat duduk serta berbincang dengan korban. Suasana yang tadinya tenang berubah menjadi mencekam.
Sekitar pukul 03.28 WIB, terduga pelaku penganiayaan tiba di lokasi kejadian. Ia datang bersama seorang rekannya menggunakan mobil. Penampilan terduga pelaku yang seorang selebgram semakin menarik perhatian.
Saat turun dari kendaraan, terduga pelaku terlihat membawa sebuah paper bag berwarna hitam. Benda tersebut diduga kuat berisi botol kaca. Ia kemudian menghampiri korban. Adu argumen pun tak terhindarkan.
Tidak diketahui pasti pemicunya, perdebatan antara terduga pelaku dan korban terjadi di area pintu masuk Blok M Hub. Suasana semakin memanas. Perdebatan sengit itu kemudian bergeser ke area depan lokasi kejadian. Tak disangka, insiden kekerasan pun terjadi.
Beberapa saat kemudian, selebgram diduga melancarkan pukulan. Ia memukul korban satu kali pada bagian kepala. Pukulan itu dilayangkan menggunakan paper bag yang berisi botol kaca. Akibatnya, korban seketika terjatuh.
Kondisi korban MHF yang telah terjatuh dilaporkan semakin memburuk. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, upaya penyelamatan nyawa tidak berhasil.
MHF dinyatakan meninggal dunia pada 16 Mei 2026. Kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Kasus ini membuka tabir kelam di balik gemerlap kehidupan malam di kawasan Blok M.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini. Mereka berupaya mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap motif di balik penganiayaan tersebut. Penyelidikan intensif dilakukan untuk memastikan keadilan bagi korban.
Selebgram yang diduga terlibat dalam kasus ini tengah menjadi sorotan. Identitasnya telah dikantongi oleh pihak kepolisian. Proses hukum akan terus berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.






